Intervensi Trump Picu Kontroversi di Piala Dunia 2026, FIFA Rusak Reputasi Usai Izinkan Balogun Tampil Lawan Belgia
📅 Senin, 06 Jul 2026, 17:51 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraFederasi Sepak Bola Amerika Serikat menerima keputusan tersebut. Rekan-rekan Balogun mengaku baru mengetahui kabar itu melalui media sosial saat dalam perjalanan menuju sesi latihan menjelang pertandingan di Seattle.
Pochettino menyambut positif keputusan FIFA. Dalam konferensi pers, pelatih asal Argentina itu mengatakan bahwa "99,9 persen orang di dunia sepak bola menganggap hukuman tersebut tidak adil."
Ia juga menilai terdapat sejumlah preseden yang memungkinkan hukuman ditangguhkan dan dijalankan di kemudian hari.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengaku sepakat bahwa Balogun tidak pantas menerima kartu merah. Namun, ia mempertanyakan alasan FIFA menangguhkan hukuman tersebut, terlebih setelah bek timnya, Jarell Quansah, baru saja diusir keluar lapangan dalam kemenangan 3-2 atas Meksiko pada babak 16 besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Siapa yang membatalkan keputusan ini? Kapan? Dan atas dasar apa? Sampai sejauh mana hal seperti ini akan dilakukan? Menurut saya ini aneh. Dari mana semuanya dimulai dan di mana akhirnya?" kata Tuchel kepada wartawan di Stadion Azteca, Meksiko.
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) mengaku "terkejut" atas keputusan FIFA yang menyatakan Balogun memenuhi syarat untuk tampil menghadapi Belgia.
RBFA menilai keputusan tersebut bertentangan langsung dengan regulasi resmi turnamen dan menyatakan sedang mempelajari seluruh opsi yang tersedia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Jerman, Bernd Neuendorf, meminta FIFA segera memberikan penjelasan mengenai laporan yang menyebut keputusan tersebut didahului percakapan telepon antara Trump dan Infantino.
"Integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA sedang dipertaruhkan," tegas Neuendorf.
Kasus Balogun bukan kali pertama FIFA menangguhkan pelaksanaan hukuman disiplin. Pada Piala Dunia kali ini, kapten Portugal Cristiano Ronaldo juga diizinkan tampil sejak laga pembuka setelah FIFA menangguhkan dua pertandingan terakhir dari hukuman larangan bermain sebanyak tiga laga yang diterimanya pada babak kualifikasi melawan Republik Irlandia tahun lalu.
Di sisi lain, gelandang Qatar Assim Madibo tetap harus menjalani hukuman larangan bermain lima pertandingan setelah kartu merah akibat tekel keras yang menyebabkan gelandang Kanada Ismael Koné mengalami cedera serius pada fase grup turnamen tahun ini.
Intervensi serupa pernah terjadi di Piala Dunia 1982, tidak ada satu pun pemain Kuwait yang menerima kartu merah. Namun, turnamen tersebut dikenang karena salah satu insiden paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia, ketika seorang pangeran Kuwait masuk ke lapangan untuk memprotes keputusan wasit.
Peristiwa itu terjadi pada 21 Juni 1982 dalam pertandingan fase grup antara Prancis dan Kuwait di Valladolid, Spanyol. Saat itu Prancis unggul 3-1 dan sempat mencetak gol keempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!