Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Karet Dipacu, PTPN I Fokus Bangun Pabrik SIR di Jawa Tengah

📅 Senin, 06 Jul 2026, 19:15 WIB | Oleh:
Hilirisasi Karet Dipacu, PTPN I Fokus Bangun Pabrik SIR di Jawa Tengah Doc: PTPN I
Ket. Manajemen PTPN I berada di Kebun Getas, Kecamatan Pabelan, Tuntang, dan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Selama ini perkebunan ini yang beroperasi di ketinggian 200 hingga 800 mdpl dan menjadi fasilitas penting untuk pembibitan, penyadapan getah, serta pabrikasi karet RSS (Ribbed Smoked Sheet).

JAKARTA – Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) mendorong percepatan program hilirisasi komoditas karet dan kopi di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan dan efisiensi operasional perusahaan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Dewan Komisaris PTPN I ke Regional 3 Jawa Tengah yang berlangsung selama tiga hari. Selain mengevaluasi pelaksanaan program hilirisasi, kunjungan juga difokuskan pada pengembangan bisnis, optimalisasi aset, serta peningkatan efisiensi operasional.

Kunjungan diikuti Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Komisaris Noor Ida Khomsiyati, dan Komisaris Independen Anita Ariyani. Rombongan didampingi Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar beserta jajaran kantor pusat, dan diterima Region Head PTPN I Regional 3 Tri Septiono.

Komisaris PTPN I Sutan Adil Hendra mengatakan Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab memastikan seluruh program strategis perusahaan berjalan sesuai rencana bisnis dan kondisi di lapangan.

"Kami ingin memastikan blueprint korporasi yang telah disusun benar-benar dapat diimplementasikan. Selain mendorong percepatan hilirisasi karet dan kopi, kami juga mengawal penyelesaian berbagai agenda strategis perusahaan, termasuk pelepasan aset untuk mendukung Proyek Strategis Nasional," ujar Sutan Adil Hendra dalam keterangan tertulis pada hari Senin (6/7).

Salah satu agenda utama kunjungan adalah meninjau rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Regional 3 Jawa Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan hasil produksi karet di wilayah tersebut diolah langsung di Jawa Tengah tanpa harus dikirim ke Lampung.

Menurut Sutan, pembangunan pabrik SIR akan memberikan nilai tambah bagi komoditas karet melalui pengurangan biaya logistik, penguatan rantai pasok, sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja di daerah.

Selain meninjau rencana pembangunan pabrik, Dewan Komisaris juga mengunjungi Kebun Getas untuk melihat pengelolaan komoditas kopi serta Kebun Merbuh guna memantau perkembangan tanaman karet muda. Dari hasil peninjauan, pengelolaan operasional Regional 3 dinilai berjalan baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar mengatakan Regional 3 diproyeksikan menjadi pusat pengembangan (center of excellence) komoditas karet di lingkungan PTPN I.

Menurutnya, pembangunan pabrik SIR menjadi salah satu langkah strategis transformasi bisnis perusahaan yang akan direalisasikan tahun ini.

"Dengan pengolahan yang dilakukan di Regional 3, biaya logistik dapat ditekan secara signifikan. Efisiensi ini diharapkan meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan pekerja," kata Fauzi.

Selain pengembangan bisnis, Dewan Komisaris juga mengevaluasi pengelolaan aset perusahaan. PTPN I menyatakan berkomitmen mendukung pembangunan nasional melalui percepatan penyelesaian pelepasan lahan yang digunakan untuk pembangunan ruas Tol Semarang–Yogyakarta serta jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam kunjungan tersebut, Komisaris Noor Ida Khomsiyati juga berdialog dengan mandor dan pekerja lapangan untuk menyerap aspirasi terkait kondisi kerja dan kesejahteraan karyawan.

Sementara itu, Komisaris Independen Anita Ariyani menilai pengelolaan aset dan sumber daya manusia yang profesional menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan transformasi perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.