Kurangi Insiden di Perlintasan Kereta Api, BRIN Kembangkan Material Karet
📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 15:48 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan inovasi material pelat karet Rubber Crossing Plate (RCP) untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api sebidang, yang dirancang menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal.
Peneliti Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN Ade Sholeh Hidayat melalui keterangan di Jakarta, Sabtu menyoroti berbagai kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya dipicu faktor manusia, tetapi juga kondisi teknis perlintasan yang tidak optimal, seperti permukaan tidak rata, licin saat hujan, dan getaran tinggi yang menyebabkan kendaraan tersangkut atau kehilangan kendali di atas rel.
"RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan," katanya.
Ade menerangkan pihaknya telah mengembangkan teknologi RCP yang kini mencapai tingkat kesiapan implementasi. Material tersebut dikembangkan menggunakan karet alam yang dipadukan dengan aditif kompatibiliser serta filler khusus.
Kombinasi material tersebut menghasilkan pelat perlintasan yang elastis, mampu meredam getaran tinggi, tahan terhadap beban statis dan dinamis, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ade menambahkan, permukaan RCP yang presisi dan anti-slip mampu menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil sehingga mengurangi risiko kendaraan tergelincir maupun tersangkut di rel.
Kemampuan material dalam meredam getaran juga meningkatkan kontrol kendaraan saat melintas serta menurunkan tingkat kebisingan di lingkungan sekitar.
"Pengembangan RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran antara karet dan aditif. Produk ini juga telah melalui berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem," ujarnya mengungkapkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih jauh, teknologi tersebut dinilai memiliki dimensi strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan pada material impor. Ke depan, melalui pemanfaatan limbah mineral sebagai filler juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.
Menurut Ade, apabila diterapkan secara luas oleh operator seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), RCP berpotensi menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.
"Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan," tutur Ade Sholeh Hidayat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
16 May 2026, 22:50 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!