Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ebola Mengintai Lagi, Kongo Dihantam Wabah Berisiko Kematian Tinggi

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:07 WIB | Oleh:
Ebola Mengintai Lagi, Kongo Dihantam Wabah Berisiko Kematian Tinggi Doc: AFP/JOHN WESSELS

KINSHASA - Menteri Kesehatan Republik Demokratik (RD) Kongo Roger Kamba pada Sabtu (16/5) memperingatkan bahwa wabah ebola baru yang diumumkan di Provinsi Ituri, RD Kongo timur, melibatkan galur (strain) bundibugyo, yang memiliki tingkat kematian tinggi dan membawa risiko penyebaran lebih lanjut yang signifikan.

"Strain bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus," kata Kamba dalam konferensi pers di ibu kota Kinshasa, seraya menambahkan bahwa strain tersebut memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi yang dapat mencapai 50 persen.

RD Kongo pada Jumat (15/5) mengumumkan wabah Ebola baru di Ituri, yang menjadi wabah ke-17 yang tercatat di negara itu sejak 1976. Menurut kementerian kesehatan tersebut, hingga 15 Mei tercatat 246 kasus dugaan dan 80 kematian, termasuk empat kematian di antara kasus terkonfirmasi positif.

Institut Nasional untuk Riset Biomedis telah mengonfirmasi penyakit virus Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo dalam sampel yang diuji.

Kamba mengatakan tim kesehatan telah dikerahkan untuk melacak kontak dari kasus terkonfirmasi dan mengendalikan penyebaran penyakit tersebut di Ituri, provinsi-provinsi tetangga, serta daerah-daerah perbatasan. Uganda pada Jumat mengonfirmasi satu kasus impor yang melibatkan seorang warga negara Kongo yang meninggal dunia di Kampala.

"Ini merupakan penyakit yang menular dari manusia ke manusia. Zona kesehatan Mongwalu yang terdampak merupakan kawasan perdagangan dengan mobilitas tinggi, sehingga membuat Kivu Utara, Tshopo, Uganda, dan Sudan Selatan terpapar risiko," katanya.

Menteri tersebut mengatakan strain Bundibugyo berbeda dari strain Zaire dalam beberapa gejala. Penyakit tersebut kerap diawali dengan demam, sementara tanda-tanda perdarahan muncul kemudian. Otoritas kesehatan telah mendesak warga untuk segera melaporkan setiap kasus dugaan yang menunjukkan gejala seperti demam, muntah, kelelahan, atau perdarahan.

"Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus. Namun, untuk penanganannya, RD Kongo siap dan memiliki kapasitas, keahlian, serta sarana untuk menghadapi wabah tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.