Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival JEFF 2026 Jadi Prototip Acara Publik Ramah Lingkungan di Jakarta

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Festival JEFF 2026 Jadi Prototip Acara Publik Ramah Lingkungan di Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 resmi digelar pada 3–4 Juli 2026 di Balai Kota DKI Jakarta dengan mengusung konsep Less Waste Event atau kegiatan minim sampah. Festival lingkungan terbesar di Jakarta ini menjadi wadah edukasi sekaligus contoh penyelenggaraan acara publik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

JAKARTA - Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 resmi digelar pada 3–4 Juli 2026 di Balai Kota DKI Jakarta dengan mengusung konsep Less Waste Event atau kegiatan minim sampah. Festival lingkungan terbesar di Jakarta ini menjadi wadah edukasi sekaligus contoh penyelenggaraan acara publik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Konsep tersebut diterapkan melalui berbagai langkah, mulai dari pengurangan sampah sejak sumbernya, pemilahan sampah, hingga penggunaan sistem wadah guna ulang selama acara berlangsung. Penerapan konsep tersebut mengacu pada pedoman penyelenggaraan kegiatan minim sampah yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan penerapan Less Waste Event merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan kegiatan publik yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Upaya pengurangan sampah tidak hanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk festival dan acara publik. Melalui JEFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa acara besar pun bisa diselenggarakan dengan lebih bijak, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Dudi di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Dudi, keberhasilan pengelolaan sampah dalam festival tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Pengunjung, tenant, komunitas, pelaku usaha, hingga petugas lapangan memiliki peran penting dalam menciptakan festival yang bersih, nyaman, dan minim sampah.

Sebagai bentuk implementasi konsep tersebut, panitia menyediakan 13 set tempat sampah terpilah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu di berbagai titik area festival. Setiap lokasi juga didampingi petugas penyuluh dari Pramuka Saka Kalpataru yang bertugas memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai cara memilah sampah dengan benar.

Dudi menjelaskan seluruh sampah yang terkumpul akan dikelola sesuai jenisnya agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Setiap sampah akan dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot oleh Satpel LH Gambir, sampah anorganik dikumpulkan melalui Waste Station Balai Kota, sementara sampah residu akan diangkut ke TPST Bantargebang," jelas Dudi.

Selain pemilahan sampah, JEFF 2026 juga menerapkan Protokol Guna Ulang bekerja sama dengan Dietplastik Indonesia. Melalui sistem tersebut, tenant makanan dan minuman diwajibkan menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali sehingga penggunaan kemasan sekali pakai dapat ditekan secara signifikan.

Panitia juga menyediakan sejumlah titik pengembalian wadah atau drop point di area festival. Setelah digunakan pengunjung, wadah tersebut akan dikumpulkan, dicuci di fasilitas khusus oleh tim teknis, kemudian dikembalikan kepada tenant untuk digunakan kembali.

Dudi berharap konsep minim sampah yang diterapkan dalam JEFF 2026 dapat menjadi contoh bagi berbagai penyelenggaraan acara publik di Jakarta. Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang menerapkan sistem guna ulang dan pemilahan sampah, semakin kuat budaya ramah lingkungan di tengah masyarakat.

"Budaya pilah sampah dan guna ulang perlu kita bangun bersama. Langkahnya sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten. Kami mengajak seluruh pengunjung JEFF 2026 untuk mendukung gerakan ini dengan membuang sampah sesuai jenisnya, mengembalikan wadah guna ulang ke titik yang tersedia, dan menjadi bagian dari perubahan menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutup Dudi.

Mengusung tema "Aksi Nyata, Dampak Terasa", JEFF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari peluncuran Early Warning System (EWS) pada situs Udara Jakarta, penyerahan Piagam Rekor MURI untuk pembuatan eco enzyme secara serentak, hingga peresmian kembali Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota.

Selain itu, festival juga diramaikan dengan forum diskusi lingkungan, pameran bertajuk "Bukan Tentang Sampah", talk show "Merawat Jakarta, Mulai dari Langkah Kita", pemutaran film pendek Harun Namanya, career talk, hingga lokakarya kreatif bertema lingkungan. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan interaktif seperti lokakarya make-up dan pengelolaan kemasan bekas skincare bersama Paragon, pembuatan aksesori dari limbah plastik bersama Rue, pelatihan membuat pembalut kain guna ulang bersama Daridiri, serta kegiatan anak bertajuk "Menggambar Future Jakarta Bersama Bobo".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Bocah 11 Tahun Kemudikan Tr...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.