Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Usaha Berinvestasi Lagi bila Pemerintah Miliki Arah Kebijakan Jelas dan Konsisten

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Bahkan, inflasi harga input tercatat sebagai yang tertinggi kedua sepanjang sejarah survei sejak 2011, didorong oleh kenaikan harga bahan baku serta pelemahan nilai tukar.

Pada saat yang sama, perusahaan juga mulai mengurangi pembelian bahan baku, mengurangi tenaga kerja, dan memangkas produksi sebagai respons terhadap melemahnya pesanan baru.

“Ini menggambarkan bahwa industri saat ini sedang menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus,” katanya.

Pada satu sisi, permintaan melemah karena daya beli konsumen tertekan. Pada sisi lain, biaya produksi justru meningkat akibat gejolak global, terutama setelah meningkatnya tensi geopolitik dan perang yang mendorong kenaikan berbagai harga komoditas dan bahan baku.

Meski begitu, laporan S&P Global sendiri masih menunjukkan adanya optimisme pelaku industri terhadap prospek 12 bulan ke depan apabila tekanan harga mulai mereda.

Fakhrul menilai hal tersebut menunjukkan bahwa momentum pemulihan masih sangat mungkin terjadi, sepanjang kebijakan pemerintah mampu mengurangi tekanan biaya, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi.

Konsistensi Regulasi

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) DIY Sapto Daryono mengatakan dalam situasi seperti itu yang paling dibutuhkan pelaku industri adalah kepastian arah kebijakan agar perusahaan memiliki keyakinan untuk tetap berproduksi dan berinvestasi.

“Pemerintah perlu menjaga konsistensi regulasi, mempercepat implementasi berbagai kebijakan yang mendukung dunia usaha, serta menghindari langkah-langkah yang berpotensi menambah beban biaya produksi,” kata Sapto. M

Kepastian implementasi tambahnya jauh lebih penting dibandingkan terus menerbitkan kebijakan baru yang belum tentu efektif di lapangan. “Pelaku usaha pada dasarnya siap meningkatkan investasi ketika melihat pemerintah memiliki arah kebijakan yang jelas, konsisten, dan memberikan ruang bagi sektor swasta untuk berkembang,” katanya.

Sementara itu, Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyebut keresahan pengusaha lebih dalam dari sekadar ketidakpastian kebijakan, tetapi juga ada kekhawatiran pada tata kelola fiskal.

PMI di bawah 50 mengindikasikan aktivitas manufaktur melambat, ditandai penurunan output, pesanan baru, dan tenaga kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Peru Resmi Ceraikan Hubunga...
Luar Negeri
Azerbaijan Kecewa Resolusi ...
Daerah
Keracunan MBG Sidoarjo, Seb...

Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disdagin Kota Bandung Doron...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.