Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bensin Jadi Pemicu Utama Inflasi Jakarta

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bensin Jadi Pemicu Utama Inflasi Jakarta Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Rabu (1/7).

JAKARTA - Inflasi Jakarta selama bulan Junididorong utama kebutuhan bensin warga sebesar 0,41 persen. Srelain itu, juga dari tarif angkutan udara dan perhiasan emas. “Penyumbang utama inflasi bulan Juni secara bulanan adalah transportasi. Kelompok ini memberikan andil inflasi 0,34 persen dan komoditas utama yang menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah bensin dan angkutan udara,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, Rabu.

Bensin yang termasuk ke dalam kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,29 persen terhadap inflasi bulanan Jakarta pada bulan Juni lalu. “Bensin ini termasuk Pertamax. Pemerintah kemarin menaikkan harga Pertamax. Itu yang menyebabkan inflasi untuk bensin cukup dominan, memberikan andil sebesar 0,29 persen,” katanya.

Adapun tingkat inflasi kelompok transportasi tercatat sebesar 2,54 persen, dan memberikan andil terhadap inflasi Kota Jakarta sebesar 0,34 persen. Sementara itu, untuk komoditas tarif angkutan udara yang juga termasuk ke katanyadalam kelompok transportasi, tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen.

Menurutnya, komoditas ini seringkali mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir. Kenaikan-kenaikan tertinggi tercatat pada bulan-bulan yang bertepatan dengan perayaan hari besar keagamaan dan utamanya di masa-masa liburan. Selain bensin dan tarif angkutan udara, telepon seluler, wortel, dan cabai merah juga menjadi komoditas penyumbang utama inflasi bulanan di bulan Juni. Masing-masing memberi andil sebesar 0,02 persen, 0,01 persen, dan 0,01 persen. Kadarmanto menambahkan, angka inflasi bulanan Jakarta pada Juni 2026 tidak berbeda jauh dari bulan lalu yakni sebesar 0,12 persen, yang juga disumbang kelompok transportasi.

Perhiasan juga memberi andil cukup besar inflasi Jakarta Juni sebesar 2,78 persen, didorong kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan komoditas yang memberikan andil terbesar, yakni emas perhiasan. Kadarmanto menyampaikan emas perhiasan memiliki tingkat inflasi sebesar 35,18 persen dan memberikan andil terhadap inflasi tahunan Jakarta pada Juni 2026 sebesar 0,57 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persiapan Asian Games, Voli...
Daerah
BPBD Menyebut Asap Karhutla...
Daerah
20.500 Narapidana di Jabar ...
Daerah
Program Zero Waste to Money...
Megapolitan
Bupati Banyumas Pastikan Bu...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.