Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 16:17 WIB | Oleh:
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan Doc: istimewa
Ket. Penguatan Relawan Kebajikan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampus Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Tangerang, Kamis (2/7).

TANGERANG - Anggota DPR RI Komisi XIII, Marinus Gea, menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan Relawan Kebajikan Pancasila.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampus Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Tangerang, Kamis (2/7).

Menurut Marinus, Indonesia dibangun di atas kesepakatan luhur yang disebut Pancasila. Pancasila katanya sebagai titik temu kebangsaan, rumah bersama, dan jalan tengah yang mempersatukan keberagaman Indonesia.

Marinus mengatakan, nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada pemahaman dan penghafalan. Namun, Pancasila harus dihidupi karena nilainya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Pancasila harus dihidupi. Pancasila harus diwujudkan. Pancasila harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai Kebajikan Pancasila,” ujar Marinus.

Ia menjelaskan, Kebajikan Pancasila merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, dalam perilaku sehari-hari, dalam cara memimpin, dalam cara melayani, dan dalam cara memperlakukan sesama manusia.

“Sesungguhnya ukuran keberhasilan Pancasila bukanlah seberapa banyak orang menghafal lima sila, melainkan seberapa banyak nilai lima sila itu hidup dalam kehidupan bangsa,” kata Marinus.

Dalam kesempatan tersebut, Marinus juga menyinggung pentingnya Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Namun, menurutnya, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan pemahaman, melainkan implementasi.

“Kita menyaksikan masih adanya intoleransi. Masih adanya korupsi. Masih adanya ketidakadilan sosial. Masih adanya penyalahgunaan teknologi digital. Masih adanya budaya saling mencurigai dan saling menyerang di ruang publik,” ujarnya.

“Artinya, persoalan kita bukan kekurangan pengetahuan. Persoalan kita adalah kekurangan keteladanan. Kekurangan penggerak kebajikan. Kekurangan warga negara yang bersedia menjadi contoh,” sambung Marinus.

Karena itu, ia menegaskan bahwa dengan adanya Relawan Kebajikan Pancasila maka gagasannya lebih terarah pada penguatan karakter hingga menghidupi nilai pancasila bagi masyarakat.

“Dari sekadar penyampaian materi menjadi gerakan kebajikan sosial. Dari sekadar transfer pengetahuan menjadi transformasi karakter. Dari sekadar memahami nilai menjadi menghidupi nilai. Di sinilah lahir gagasan Relawan Kebajikan Pancasila,” kata Marinus.

Ia menegaskan, Relawan Kebajikan Pancasila bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan politik elektoral maupun kepentingan kelompok tertentu, melainkan gerakan moral kebangsaan dan gerakan warga negara yang bersedia menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.