Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Kembali Terpukul, Ketidakjelasan Perundingan AS-Iran Picu Tekanan

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Terpukul, Ketidakjelasan Perundingan AS-Iran Picu Tekanan Doc: ANTARA FOTO/ Indrianto Eko Suwarso.
Ket. Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah yang dipengaruhi ketidakpastian kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencerminkan tingginya sensitivitas pasar keuangan terhadap perkembangan geopolitik global.

Ketidakjelasan arah perundingan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi dan volatilitas harga minyak dunia, sehingga mendorong perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

Bagi Indonesia, tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan menambah beban inflasi, sehingga stabilitas nilai tukar akan sangat bergantung pada sentimen global, arus modal asing, serta respons kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga kepercayaan pasar.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (1/7) sore, melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.952 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.907 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdamaian AS dan Iran.

“Ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdamaian AS-Iran mempertahankan premi risiko geopolitik di pasar, bahkan ketika produksi minyak mentah AS yang mencapai rekor tertinggi menggarisbawahi peningkatan pasokan global,” ucapnya di Jakarta, Rabu (1/7).

Para pedagang disebut tetap fokus pada perkembangan di Qatar setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan utusan senior AS yang telah melakukan perjalanan ke wilayah tersebut, dan malah mengatakan bahwa setiap diskusi akan dilakukan melalui mediator di tingkat teknis.

Pergeseran ini dinilai mengaburkan prospek kesepakatan cepat untuk mengubah gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan menjadi kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Di sisi lain, terjadi penurunan tajam harga minyak mentah pasca konflik Iran. Harga Brent anjlok sekitar 38 persen selama kuartal kedua setelah melonjak sekitar 94 persen pada kuartal pertama, menandai penurunan kuartal tercuram sejak penurunan rekor 66 persen pada kuartal pertama tahun 2020.

Patokan global ini juga turun sekitar 21 persen pada bulan Juni setelah penurunan 19 persen pada bulan Mei, penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020, karena kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan melalui Selat Hormuz mereda.

“Tidak adanya pembicaraan langsung telah memperkuat ketidakpastian tentang seberapa cepat Washington dan Teheran dapat menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan dalam kerangka negosiasi 60 hari mereka, termasuk masa depan Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Selain itu, lanjutnya, data pasar tenaga kerja AS pekan ini akan dipantau dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk baru tentang langkah kebijakan Fed selanjutnya.

Laporan JOLTS pada Selasa (30/6) menunjukkan lowongan kerja naik menjadi 7,594 juta pada bulan Mei, melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,3 juta. Sementara Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board AS pada bulan Juni membaik karena kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran menurunkan harga bahan bakar.

“Perhatian sekarang beralih ke laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis malam ini, diikuti oleh laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Kamis (2/7), yang akan dirilis sehari lebih awal di tengah pekan yang dipersingkat karena hari libur AS,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menteri UMKM: Ojol Resmi Ja...
Nasional
Kemkomdigi Tutup Masa Sangg...

PT KAI: Penumpang KA BIAS Naik 24,90 Persen

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PT KAI: Penumpang KA BIAS N...
Nasional
PT KAI Catat Pemesanan 1,15...

OJK Restui Merger Enam Bank di Sumatera

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
OJK Restui Merger Enam Bank...
Nasional
Menteri ESDM Pastikan Tarif...
Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.