Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem Doc: Antara
Ket. lustrasi - Gelombang panas di Eropa.

Istanbul - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) mendesak negara-negara di Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Utara segera memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi untuk menghadapi risiko perubahan iklim yang kian meningkat.

Dalam laporan yang dirilis Selasa (30/6), UNECE memperingatkan bahwa jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, hingga jalur pelayaran darat akan semakin sering terdampak banjir, gelombang panas ekstrem, kenaikan permukaan laut, serta mencairnya lapisan tanah beku permanen (permafrost).

"Sistem transportasi sangat penting untuk menjaga kelancaran kehidupan masyarakat dan perekonomian. Gangguan pada sektor ini dapat membawa dampak serius bagi masyarakat sekaligus menimbulkan kerugian finansial yang besar," kata Sekretaris Eksekutif UNECE, Tatiana Molcean.

UNECE memperkirakan infrastruktur transportasi akan mengalami tambahan 10 hingga 50 hari setiap tahun dengan suhu di atas 25 derajat Celsius. Bahkan, sejumlah wilayah diprediksi mengalami hingga 200 hari bersuhu di atas ambang tersebut, sehingga meningkatkan risiko kerusakan jalan, deformasi rel kereta, pemuaian jembatan, hingga kebakaran hutan.

Laporan itu menyebut banjir masih menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur transportasi akibat perubahan iklim. Sementara itu, kawasan pesisir menghadapi ancaman yang semakin besar akibat kenaikan permukaan laut dan badai yang lebih kuat. Pada 2050, sekitar 70 persen infrastruktur transportasi di kawasan Arktik diperkirakan berada di wilayah yang terdampak mencairnya permafrost.

UNECE mendesak pemerintah dan operator transportasi memasukkan risiko perubahan iklim dalam perencanaan pembangunan serta memperkuat ketahanan infrastruktur. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa keterlambatan mengambil langkah adaptasi akan meningkatkan kerugian ekonomi di masa depan.

Laporan itu juga menyoroti sejumlah negara seperti Portugal, Prancis, Jerman, dan Denmark yang telah menerapkan berbagai langkah adaptasi, mulai dari penggunaan material jalan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, sistem pemantauan jalur kereta, hingga perencanaan jangka panjang.

Risiko Ekonomi

Di sisi lain, gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa mulai memberi tekanan besar terhadap perekonomian kawasan. Kepala Riset Makro sekaligus Kepala Ekonom Jerman di ING, Carsten Brzeski, menilai suhu ekstrem kini telah berubah menjadi risiko ekonomi struktural.

"Ternyata termometer telah menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi. Gelombang panas menghadirkan risiko penurunan baru bagi pertumbuhan Eropa," katanya.

Menurut Brzeski, dampak gelombang panas tidak lagi hanya dirasakan negara-negara Eropa Selatan. Infrastruktur, sektor konstruksi, logistik, hingga rantai pasok di Jerman kini semakin rentan terhadap suhu ekstrem.

“Bukan karena musim panas Jerman akan setara dengan Sevilla, tetapi karena infrastruktur, perumahan, serta sektor padat karya seperti konstruksi dan logistik dibangun untuk iklim yang lebih sejuk dan belum mampu beradaptasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa adaptasi terhadap panas ekstrem kini bukan lagi sekadar kebijakan lingkungan, melainkan kebutuhan ekonomi untuk menjaga produktivitas, daya saing, dan ketahanan ekonomi Eropa di tengah perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...

Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia

11 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Juli Jadi Bulan Terpanas Ke...

Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Apa yang Terjadi pada Masa ...
Daerah
Viral Tukang Cukur Soal Ben...
Olahraga
Formula E Gandeng Disney+ d...
Olahraga
Memphis Depay Murka, Tuduh ...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.