Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem

24 Rabu, 01 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem Doc: Antara
Ket. lustrasi - Gelombang panas di Eropa.

Istanbul - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) mendesak negara-negara di Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Utara segera memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi untuk menghadapi risiko perubahan iklim yang kian meningkat.

Dalam laporan yang dirilis Selasa (30/6), UNECE memperingatkan bahwa jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, hingga jalur pelayaran darat akan semakin sering terdampak banjir, gelombang panas ekstrem, kenaikan permukaan laut, serta mencairnya lapisan tanah beku permanen (permafrost).

"Sistem transportasi sangat penting untuk menjaga kelancaran kehidupan masyarakat dan perekonomian. Gangguan pada sektor ini dapat membawa dampak serius bagi masyarakat sekaligus menimbulkan kerugian finansial yang besar," kata Sekretaris Eksekutif UNECE, Tatiana Molcean.

UNECE memperkirakan infrastruktur transportasi akan mengalami tambahan 10 hingga 50 hari setiap tahun dengan suhu di atas 25 derajat Celsius. Bahkan, sejumlah wilayah diprediksi mengalami hingga 200 hari bersuhu di atas ambang tersebut, sehingga meningkatkan risiko kerusakan jalan, deformasi rel kereta, pemuaian jembatan, hingga kebakaran hutan.

Laporan itu menyebut banjir masih menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur transportasi akibat perubahan iklim. Sementara itu, kawasan pesisir menghadapi ancaman yang semakin besar akibat kenaikan permukaan laut dan badai yang lebih kuat. Pada 2050, sekitar 70 persen infrastruktur transportasi di kawasan Arktik diperkirakan berada di wilayah yang terdampak mencairnya permafrost.

UNECE mendesak pemerintah dan operator transportasi memasukkan risiko perubahan iklim dalam perencanaan pembangunan serta memperkuat ketahanan infrastruktur. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa keterlambatan mengambil langkah adaptasi akan meningkatkan kerugian ekonomi di masa depan.

Laporan itu juga menyoroti sejumlah negara seperti Portugal, Prancis, Jerman, dan Denmark yang telah menerapkan berbagai langkah adaptasi, mulai dari penggunaan material jalan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, sistem pemantauan jalur kereta, hingga perencanaan jangka panjang.

Risiko Ekonomi

Di sisi lain, gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa mulai memberi tekanan besar terhadap perekonomian kawasan. Kepala Riset Makro sekaligus Kepala Ekonom Jerman di ING, Carsten Brzeski, menilai suhu ekstrem kini telah berubah menjadi risiko ekonomi struktural.

"Ternyata termometer telah menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi. Gelombang panas menghadirkan risiko penurunan baru bagi pertumbuhan Eropa," katanya.

Menurut Brzeski, dampak gelombang panas tidak lagi hanya dirasakan negara-negara Eropa Selatan. Infrastruktur, sektor konstruksi, logistik, hingga rantai pasok di Jerman kini semakin rentan terhadap suhu ekstrem.

“Bukan karena musim panas Jerman akan setara dengan Sevilla, tetapi karena infrastruktur, perumahan, serta sektor padat karya seperti konstruksi dan logistik dibangun untuk iklim yang lebih sejuk dan belum mampu beradaptasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa adaptasi terhadap panas ekstrem kini bukan lagi sekadar kebijakan lingkungan, melainkan kebutuhan ekonomi untuk menjaga produktivitas, daya saing, dan ketahanan ekonomi Eropa di tengah perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.