Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Bangkit! Bursa Asia Kompak Hijau, Investor Kembali Percaya Diri

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Bangkit! Bursa Asia Kompak Hijau, Investor Kembali Percaya Diri Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap prospek ekonomi regional dan kondisi pasar global.

Optimisme tersebut umumnya didorong oleh meredanya ketidakpastian eksternal, ekspektasi terhadap kebijakan moneter, serta meningkatnya minat investor pada aset berisiko.

Meski demikian, keberlanjutan penguatan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh faktor fundamental domestik, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, kinerja emiten, dan arus modal asing, sehingga pelaku pasar masih perlu mencermati dinamika ekonomi global dan kebijakan pemerintah ke depan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/7) sore, ditutup menguat 51,93 poin atau 0,92 persen ke posisi 5.695,12 mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,64 poin atau 0,66 persen ke posisi 556,75..

“Menguatnya pasar bursa regional Asia turut menopang IHSG. Pasar menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya, di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan perkembangan perundingan antara AS dengan Iran, yang mana utusan Presiden AS Donald Trump tiba di Doha, Qatar, Selasa (30/6), meskipun mediator Qatar meredam ekspektasi akan terobosan besar, dengan mencatat bahwa pejabat AS tidak akan bertemu langsung dengan rekan-rekan mereka dari Iran.

Meskipun kedua belah tidak bertemu langsung, pelaku pasar tetap menunggu perkembangan pembicaraan perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, di Doha, Qatar.

AS dan Iran berupaya mencapai resolusi permanen untuk konflik tersebut, meskipun Iran tetap mempertahankan posisinya untuk mengendalikan lalu lintas maritim melalui jalur air strategis tersebut.

Di sisi lain, sentimen lainnya yaitu pasar terbebani oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed, yang didorong oleh spekulasi pasar yang menguat bahwa The Fed berpotensi mendongkrak suku bunga acuan, menjelang publikasi data tenaga kerja AS pada Kamis (2/7).

Dari dalam negeri, kenaikan IHSG ditopang sejumlah laju emiten konglomerasi di tengah data-data ekonomi domestik yang lesu, di antaranya indeks manufaktur berada di zona kontraksi, kenaikan inflasi Juni 2026, serta defisit neraca perdagangan.

Rilis Indeks Manajer (PMI) Manufaktur Global S&P Indonesia turun tajam menjadi 46,9 pada Juni 2026 dari sebelumnya 50,0 pada Mei 2026, yang menandai level terendah sejak Juni 2025 dan menandakan kontraksi kedua sektor ini tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulan Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan month to month (mtm). Adapun, secara year to date (ytd) inflasi 1,79 persen dan inflasi tahunannya sebesar 3,34 persen year on year (yoy). Kenaikan tersebut dampak dari siklus musiman, kenaikan bahan baku, serta kenaikan harga BBM.

BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit 1,61 miliar dolar AS, yang merupakan defisit pertama sejak enam tahun terakhir..

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemkomdigi Tutup Masa Sangg...

PT KAI: Penumpang KA BIAS Naik 24,90 Persen

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PT KAI: Penumpang KA BIAS N...
Nasional
PT KAI Catat Pemesanan 1,15...

OJK Restui Merger Enam Bank di Sumatera

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
OJK Restui Merger Enam Bank...

Menteri ESDM Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri ESDM Pastikan Tarif...
Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.