Prancis Waspada Serangan Cepat Swedia
📅 Selasa, 30 Jun 2026, 06:39 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK - Pertandingan Prancis melawan Swedia dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Rabu (1/7) pagi WIB akan menjadi laga antara tim yang datang dengan kepercayaan diri tinggi dan tim yang berusaha mencari celah untuk membuat kejutan. Les Bleus melangkah ke fase gugur dengan status juara Grup I setelah meraih tiga kemenangan.
Sementara itu, Swedia harus menunggu hingga akhir fase grup untuk memastikan tiket setelah finis sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Perbedaan perjalanan kedua tim terlihat jelas. Prancis tampil dominan sejak pertandingan pertama. Tim asuhan Didier Deschamps mengalahkan Senegal, Irak dan Norwegia dengan performa yang menunjukkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Kemenangan 4-1 atas Norwegia menjadi penutup sempurna fase grup. Meski lawan tidak tampil dengan kekuatan penuh, Prancis tetap memperlihatkan kualitas dengan mencetak 10 gol dan hanya dua kali kebobolan. Kekuatan terbesar Prancis bukan hanya terletak pada Kylian Mbappe. Ousmane Dembele membuktikan hal itu lewat hat-trick pada pertandingan terakhir. Michael Olise dan Desire Doue juga memberi variasi serangan yang membuat lawan sulit membaca pola permainan Les Bleus.
Deschamps kemungkinan tetap mengandalkan pendekatan yang selama ini menjadi ciri khasnya. Prancis akan mencoba menguasai pertandingan melalui lini tengah dengan Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot sebagai pengatur keseimbangan permainan. “Kami memiliki banyak pemain berkualitas tetapi fase gugur selalu berbeda. Setiap kesalahan kecil bisa mengubah pertandingan,” ujar Deschamps. Tim harus tetap agresif ketika menyerang dan disiplin saat kehilangan bola.
Prancis memang terlihat memiliki kelemahan ketika menghadapi situasi tanpa bola. Mereka terkadang memberi ruang terlalu besar kepada lawan ketika melakukan tekanan. Namun, kualitas individu di lini belakang dan kemampuan menyerang yang beragam membuat mereka tetap menjadi ancaman besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertandingan ini juga memiliki makna khusus bagi Deschamps. Setelah turnamen berakhir, dia telah memastikan akan meninggalkan kursi pelatih. Karena itu, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhirnya untuk membawa Prancis meraih kejayaan sebelum era baru dimulai.
Namun, jalan menuju final tidak akan mudah. Jika lolos, Prancis berpotensi menghadapi lawan berat seperti Jerman di babak 16 besar, Belanda atau Maroko di perempat final, dan Spanyol di semifinal. Swedia datang dengan modal yang berbeda. Tim asuhan Graham Potter memang berhasil mencapai fase gugur, tetapi perjalanan mereka jauh dari kata sempurna.
Blagult hanya mengumpulkan empat poin setelah menang atas Tunisia, kalah 1-5 dari Belanda, dan bermain imbang 1-1 melawan Jepang. Mereka mencetak tujuh gol tetapi juga kebobolan tujuh kali, sebuah catatan yang menunjukkan kekuatan sekaligus masalah utama mereka. ben/G-1
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkiraan Formasi
Prancis 4-2-3-1
Maignan
Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez
Tchouameni, Rabiot
Olise, Dembele, Doue
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!