Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Berpotensi Hasilkan 2,8 Juta Ton Ikan Setahun

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 19:38 WIB | Oleh:
Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Berpotensi Hasilkan 2,8 Juta Ton Ikan Setahun Doc: Pemkab Banyuwangi
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat melihat fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih Lenteng, Banyuwangi

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada akhir 2026. Serta bertambah menjadi 5.000 titik pada akhir 2029 mendatang.

Ia juga mengatakan, kehadiran 1.369 titik Kampung Nelayan bisa meningkatkan produk perikanan di Indonesia. Bahkan ia memperkirakan 2,8 juta ton produksi perikanan bisa dihasilkan dari 1.369 titik Kampung Nelayan.

"Kalau nanti Presiden kan minta untuk saya yang bangun sampai akhir 2029 itu 5.000 titik ya. Dari 1.300 ini saja, itu kira-kira 2,8 juta ton," kata dia, Minggu (28/6).

Menurut Trenggono, salah satu jurus untuk meningkatkan produktivitas tersebut adalah optimalisasi penggunaan teknologi penyimpanan ikan yang modern. Untuk itu, para nelayan akan difasilitasi slurry ice atau es berbentuk cair untuk menjaga kesegaran ikan selama beberapa hari ke depan.

"Jadi dia (nelayan) ke laut itu sudah slurry es yang tahannya bisa sampai 3 hari, dan itu kualitasnya sangat bagus ya. Ikannya itu masih fresh gitu, masih bagus," kata dia.

Trenggono berharap kehadiran manajer Kampung Nelayan dapat memastikan seluruh fasilitas terkelola dengan baik. Sehingga bisa menunjang kegiatan para nelayan.

Ia juga mengatakan,pemerintah juga berencana memasang mini processing di kampung nelayan. Fasilitas ini dapat mewadahi hasil tangkapan ikan untuk langsung di vakum, dipacking, dan sebagainya.

Melalui Kampung Nelayan, pemerintah juga hendak mengembangkan pengolahan produk perikanan cepat atau fast food. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan rantai pasok perikanan dari hulu hingga hilir.

"Sehingga tingkat ketelusuran ikannya jadi lebih bagus dan produk ikan yang ditangkap juga lebih segar dibandingkan yang ada saat ini. Karena yang terjadi kan mereka menangkap kesulitan esnya, sehingga kualitas ikannya menjadi lebih jelek, dan seterusnya," ujar dia.

Keberadaan Kampung Nelayan juga tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan semata. Tetapi juga untuk memperbaiki kualitas ikan dan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.