Mahasiswa Doktor UI Kembangkan Model Cerdas Penentuan Lokasi SPKLU, Prediksi Adopsi Mobil Listrik Jadi Kunci Infrastruktur Masa Depan
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 18:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Depok - Mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Bunga Kharissa Laras Kemala merumuskan model perencanaan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadukan prediksi adopsi kendaraan listrik dan perilaku pengguna.
"Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya hanya mempertimbangkan kondisi saat ini, penelitian ini memperhitungkan perkembangan adopsi kendaraan listrik secara spasial dan temporal, serta pola penggunaan kendaraan oleh masyarakat," dia di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Jumat (26/6).
Dengan pendekatan tersebut, kata dia, perencanaan infrastruktur pengisian daya dapat dilakukan secara lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan di masa mendatang.
Melalui disertasi berjudul "Pengembangan Model Perencanaan Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum: Pendekatan Multi-Tahap Berbasis Prediksi Adopsi dan Permodelan Perilaku Pengguna", ia mengembangkan kerangka kerja empat tahap untuk mendukung perencanaan lokasi SPKLU.
Kerangka tersebut menggabungkan prediksi pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle atau BEV), analisis perilaku perjalanan pengguna, simulasi kebutuhan pengisian daya (charging demand), hingga optimasi lokasi SPKLU dalam
jangka panjang.
Mengambil wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) sebagai wilayah kajian, dia memanfaatkan pendekatan neural network untuk memprediksi tingkat adopsi kendaraan listrik.
Hasil prediksi tersebut kemudian dipadukan dengan survei perilaku perjalanan pengguna
dan dikembangkan melalui simulasi berbasis agen (agent-based simulation) untuk memperkirakan kebutuhan pengisian daya berdasarkan lokasi, waktu, dan karakteristik perjalanan pengguna.
Selanjutnya, model optimasi digunakan menentukan lokasi SPKLU yang mampu
memberikan cakupan layanan optimal sekaligus meminimalkan jarak akses pengguna terhadap fasilitas pengisian daya.
Melalui model yang dirumuskannya, Bunga menunjukkan bahwa perencanaan SPKLU tidak
cukup hanya didasarkan pada kondisi saat ini.
Prediksi pertumbuhan kendaraan listrik dan perilaku pengguna perlu dipertimbangkan secara bersamaan agar pembangunan infrastruktur pengisian daya lebih tepat sasaran.
Model tersebut juga dapat digunakan memetakan kebutuhan SPKLU saat ini sekaligus memproyeksikan kebutuhan infrastruktur pada masa mendatang sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Ia menjelaskan penelitian tersebut dilatarbelakangi pentingnya memastikan pembangunan SPKLU mampu mengikuti pertumbuhan kendaraan listrik secara tepat sasaran.
"Ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi
kenyamanan dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik. Melalui model ini, saya berharap perencanaan SPKLU dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!