Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Walkot Banjarmasin Muhammad Yamin HR: Fenomena Gangster Tak Boleh Dianggap Kenakalan Remaja Biasa

📅 Senin, 04 Mei 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Walkot Banjarmasin Muhammad Yamin HR: Fenomena Gangster Tak Boleh Dianggap Kenakalan Remaja Biasa Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin
Ket. Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat memimpin upacara Hardiknas 2026 di SMPN 6 Banjarmasin, Senin (4/5).

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan  Muhammad Yamin HR mengangkat isu pendidikan karakter hingga penanganan gangster remaja pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.

Yamin saat memimpin upacara Hardiknas 2026 di SMPN 6 Banjarmasin, Senin (4/5), menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.

“Pendidikan adalah proses untuk tumbuh kembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, serta bertanggung jawab,” ucapnya.

Dinyatakan dia, momentum Hardiknas tahun ini ditandai dengan pencanangan budaya sekolah aman dan nyaman di Kota Banjarmasin. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial yang mulai menyasar usia pelajar, termasuk maraknya pengaruh kelompok gangster di kalangan remaja yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

Yamin menegaskan, fenomena gangster tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa, harus ditangani serius. 

Menurut dia, keterlibatan remaja dalam kelompok kekerasan lahir dari lemahnya pengawasan lingkungan, minimnya pendidikan karakter, hingga pengaruh media sosial yang tidak terkontrol. 

Karena itu, lanjut dia, pemerintah mendorong keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media untuk bersama-sama menjaga anak-anak dari pengaruh negatif tersebut.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Jangan sampai generasi muda kehilangan arah karena terpengaruh budaya kekerasan dan lingkungan yang salah," ujarnya.

Dia juga menyampaikan lima kebijakan strategis pendidikan nasional, mulai dari revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa, peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi, hingga perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Selain itu, penguatan karakter melalui program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat (7KAIH), pramuka, experiential learning, hingga budaya sekolah inklusif, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkepribadian kuat. 

Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjadi benteng terhadap perundungan, intoleransi, kekerasan, hingga fenomena gangster yang mulai meresahkan masyarakat.

Yamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum memperkuat kolaborasi membangun pendidikan bermutu. 

Dia menilai, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya melalui program pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir dan kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

50 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.