Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Cara Ovo Lindungi Pengguna dari Penipuan Digital lewat Autentikasi, AI, dan Deteksi Fraud

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 21:27 WIB | Oleh:
Ini Cara Ovo Lindungi Pengguna dari Penipuan Digital lewat Autentikasi, AI, dan Deteksi Fraud Doc: Ovo
Ket. Ovo memperkuat keamanan aplikasi melalui perlindungan autentikasi pengguna, Fraud Detection System, dan teknologi AI untuk membantu menjaga keamanan akun, data pribadi, serta transaksi digital pengguna.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, keamanan akun dan data pribadi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pengguna. Mulai dari pembayaran harian, transfer, top up, hingga transaksi di merchant, penggunaan dompet digital perlu didukung oleh sistem keamanan yang mampu melindungi pengguna dari berbagai risiko kejahatan digital.

Berbagai modus penipuan seperti social engineering, penyalahgunaan OTP, pengambilalihan akun, tautan palsu, hingga malware pada perangkat masih ancaman yang dihadapi oleh  pengguna layanan digital. Karena itu, perlindungan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga pada sistem keamanan aplikasi yang bekerja secara berlapis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Ovo terus memperkuat sistem keamanan aplikasi melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan autentikasi di sisi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan inovasi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di balik layar. Ketiga pilar ini dirancang untuk membantu melindungi akun, data pribadi, serta kelancaran transaksi pengguna di ekosistem Ovo.

Disebutkan komitmen Ovo dalam melindungi data nasabah secara komprehensif juga dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan meraih sertifikasi berstandar internasional tertinggi, yaitu ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System) serta ISO 27701:2019 untuk Sistem Manajemen Informasi Privasi (Privacy Information Management System).

Pengakuan global ini menegaskan bahwa Ovo menerapkan standar tata kelola data yang ketat dan aman, serta selaras dengan amanat ketentuan siber dan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

“Berikut adalah tiga pilar keamanan Ovo yang perlu diketahui pengguna, beserta fitur perlindungan di dalamnya,” tulisa Ovo melalui keterangannya pada hari Jumat (26/6).

1. Perlindungan Autentikasi Pengguna

Pilar pertama adalah perlindungan autentikasi di sisi pengguna. Sistem ini membantu memastikan bahwa akses akun dan transaksi dilakukan oleh pemilik akun yang sah. Langkah perlindungan ini sangat krusial dalam mencegah akses tidak sah (unauthorized access) terhadap akun dan data pribadi pengguna.

Beberapa bentuk perlindungan autentikasi di aplikasi Ovo mencakup:

  • PIN sebagai kode rahasia transaksi
    Ovo menerapkan penggunaan Personal Identification Number (PIN) sebagai kode rahasia untuk memproses transaksi. PIN menjadi salah satu lapisan keamanan utama yang perlu dijaga kerahasiaannya oleh pengguna. Pengguna diimbau untuk tidak membagikan PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan Ovo.
  • OTP untuk verifikasi akses akun
    Ovo juga menggunakan One-Time Password (OTP) sebagai langkah verifikasi tambahan, terutama ketika terdapat aktivitas login atau akses akun tertentu. OTP dikirimkan langsung ke perangkat pengguna dan bersifat rahasia. Modus penipuan yang meminta kode OTP melalui telepon, chat, pesan singkat, atau tautan palsu merupakan salah satu bentuk social engineering yang perlu diwaspadai.
  • Biometrik untuk autentikasi yang lebih praktis
    Untuk meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kenyamanan, Ovo mendukung autentikasi biometrik melalui fitur bawaan perangkat pengguna, seperti fingerprint atau face recognition. Fitur ini membantu pengguna memverifikasi identitas dengan lebih cepat tanpa mengurangi aspek keamanan.

2. Fraud Detection System: Sistem Deteksi Cerdas di Balik Layar

Selain perlindungan dari sisi pengguna, Ovo juga memiliki Fraud Detection System (FDS) yang bekerja secara otomatis di balik layar untuk memantau dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Sistem ini dirancang untuk mengenali pola transaksi atau aktivitas yang tidak biasa dan membantu memitigasi risiko penyalahgunaan akun maupun transaksi.

Beberapa bentuk perlindungan FDS di aplikasi Ovo mencakup:

  • Deteksi transaksi mencurigakan
    Sistem dapat menganalisis pola transaksi pengguna dan mengenali aktivitas yang berada di luar kebiasaan normal. Jika ditemukan indikasi transaksi mencurigakan, Ovo dapat meminta verifikasi tambahan, membatasi akses tertentu, atau melakukan langkah pengamanan lainnya sesuai dengan tingkat risiko.
  • Pemantauan perangkat baru atau tidak dikenal
    Ovo dapat mengenali perangkat yang biasa digunakan oleh pengguna. Apabila terdapat upaya akses dari perangkat baru atau tidak dikenal, sistem dapat memicu protokol keamanan tambahan untuk membantu mencegah pengambilalihan akun.
  • Deteksi rooting, jailbreak, dan malware
    Sistem keamanan Ovo juga dapat mendeteksi risiko pada perangkat yang telah dimodifikasi secara paksa, seperti rooting atau jailbreak, serta perangkat yang terindikasi terinfeksi malware.

“Dalam kondisi tertentu, akses ke aplikasi dapat dibatasi atau ditutup sebagai langkah perlindungan untuk membantu mencegah risiko pencurian data, pengambilalihan akun, atau transaksi tidak sah,” terang Ovo.

3. Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Garda Pertahanan Tambahan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.