Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek Ungkap Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 20:40 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Ungkap Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan Doc: Tangkapan Layar Youtube Kemdiktisaintek
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto

JAKARTA – Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan nasional berkelanjutan. Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat diperlukan agar ilmu pengetahuan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa.

Menurut Brian, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat menjadi kunci. Khususnya, dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan Indonesia.

"Sarasehan ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Industri, dan masyarakat. Agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa," ujar Brian saat memberikan laporan pada pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, Sarasehan Kebangsaan tahun ini mengangkat tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia". Tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan Presiden Prabowo Subianto yang berupaya menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Brian mengatakan, perguruan tinggi kini tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset. Tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program prioritas nasional.

Ia mencontohkan sejumlah kolaborasi yang telah berjalan sejak KSTI 2025, mulai dari pengembangan genom pertanian dan varietas unggul. Teknologi pengolahan sampah, riset bensin sawit, pengembangan kompor listrik, riset vaksin TBC, hingga penguatan industri farmasi dan alat kesehatan.

Selain itu, peneliti dari berbagai perguruan tinggi juga dilibatkan dalam pengembangan industri garam, kapal nelayan listrik, konsep hunian vertikal. serta proyek Giant Sea Wall hingga pengembangan industri semikonduktor nasional.

Di akhir kegiatan, Kemendiktisaintek akan merumuskan rekomendasi mengenai kontribusi perguruan tinggi. Tujuannya, untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sebagai bentuk penguatan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.