Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AIIB Segera Buka Kantor di Indonesia, Babak Baru Pembiayaan Infrastruktur

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AIIB Segera Buka Kantor di Indonesia, Babak Baru Pembiayaan Infrastruktur Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA – Pembiayaan multilateral menjadi instrumen strategis untuk mendukung pembangunan nasional, terutama dalam pembiayaan proyek infrastruktur, transisi energi, penguatan layanan publik, dan peningkatan ketahanan ekonomi.

Selain menyediakan akses pendanaan jangka panjang dengan skema yang relatif kompetitif, lembaga multilateral juga membawa transfer pengetahuan, standar tata kelola, dan penguatan kapasitas institusi.

Namun, pemanfaatannya harus diarahkan pada proyek yang memiliki dampak ekonomi dan sosial yang terukur agar tidak menambah beban fiskal tanpa menghasilkan manfaat jangka panjang.

Dengan tata kelola yang baik, pembiayaan multilateral dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berencana membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Kemenkeu akan menyiapkan lahan dan bangunan untuk kantor AIIB. Komitmen itu merupakan salah satu hasil kunjungan kerja Purbaya ke Tiongkok pada 16-19 Juni 2026. Dalam lawatannya, pemerintah juga memperoleh komitmen pembiayaan proyek senilai 17 miliar dolar AS dari AIIB.

"AIIB juga ingin buka kantor cabang di Indonesia. Kalau saya hitung-hitung kan kalau dikasih pinjaman 17 miliar dolar AS, boleh lah kita kasih kantor cabang. Kita janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangunan untuk mereka, untuk mereka pakai. Karena saya juga punya aset-aset yang enggak kepakai," kata Purbaya dalam taklimat media di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6).

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS tersebut bukan merupakan utang dalam pengertian umum, melainkan pembiayaan proyek (project financing) yang ditujukan untuk mendukung proyek-proyek produktif di Indonesia.

Skema pembiayaan bisa dimanfaatkan secara bertahap hingga 2029 sesuai kesiapan proyek-proyek yang diajukan pemerintah.

"Jadi sebenarnya kalau saya bilang, ini seperti orang investasi ke sini, kita ngulangin investasi untuk proyek yang produktif tapi bunganya lebih rendah daripada investor biasa dan barangnya jadi milik kita. Itu available, bisa diambil sampai 2029," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok, Purbaya tidak hanya mengamankan komitmen pembiayaan dari AIIB.

Ia juga menggelar sejumlah pertemuan dengan regulator dan investor untuk mematangkan rencana penerbitan surat utang berdenominasi renmibi, Panda Bond.

Ia mengatakan minat investor Tiongkok terhadap Panda Bond jauh lebih tinggi dari perkiraan. Karena itu, pemerintah membuka peluang menaikkan target penerbitan di atas rencana awal sebesar 1 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.