Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Jadi Menara Gading! Kampus Diminta Turun Kawal Pembangunan

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Jadi Menara Gading! Kampus Diminta Turun Kawal Pembangunan Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Gedung Rektorat Universitas Indonesia.

JAKARTA – Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan nasional melalui kontribusi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai pusat ilmu pengetahuan, kampus dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan dengan solusi berbasis data dan teknologi.

Keterlibatan akademisi dalam penyusunan kebijakan serta pendampingan masyarakat juga penting untuk memastikan program pembangunan berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan perguruan tinggi sebagai harapan pertama dan terakhir untuk ikut mengawal pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi harapan pertama dan terakhir bagi pengawalan pembangunan nasional. Sekali perguruan tinggi gagal, maka gagallah pembangunan kita. Perguruan tinggi adalah tempatnya creme de la creme (yang terbaik dari yang terbaik), orang yang terpintar di Republik Indonesia. Bukan hanya orang yang terpintar, mudah-mudahan orang yang terbijak di Indonesia,” ujar dia dalam agenda SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, Kamis (25/6).

Dia juga menekankan bahwa kampus itu harus menjadi kompas, sehingga dapat mengawal berbagai pembangunan nasional. Untuk itu, rektor yang secara internal memiliki pemikiran bebas dianggap berperan penting untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia dapat masuk top 50 besar dunia.

Kepala Bappenas turut mengarahkan seluruh pemangku kepentingan di kampus, mulai dari pimpinan, dosen, hingga mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan segala kekayaan sumber daya alam di Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.

Secara khusus, Rachmat Pambudy menggarisbawahi urgensi melakukan transisi energi tanpa menimbulkan inflasi yang ditimbulkan karena transisi energi yang terlalu cepat dan terlalu mahal (green inflation).

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menceritakan tentang upaya Indonesia yang sedang mempelajari pengembangan biomedis berbasis herbal di China agar dapat dijadikan sebagai bagian dari pengendalian penyakit.

“Kami baru mengutus delegasi kita berkunjung ke RRC (Republik Rakyat China) untuk mendalami biomedis berbasis herbal, biomedis berbasis keunggulan lokal, berbasis dengan kemampuan yang didasari oleh kemampuan-kemampuan hayati tropis kita. Kalau saja ini bisa menjadi bagian daripada upaya pengendalian penyakit, upaya kesehatan kita, maka lagi-lagi kita akan unggul,” kata Menteri PPN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.