IHSG Anjlok 31,81 Persen, Krisis Kepercayaan Bayangi Pasar Saham
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan sepanjang tahun ini. Pelemahan signifikan IHSG sepanjang tahun mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah kombinasi tekanan eksternal dan domestik.
Selain dipengaruhi gejolak ekonomi global yang memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, sentimen pasar juga tertekan oleh hasil tinjauan MSCI terhadap pasar keuangan Indonesia yang memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas dan aksesibilitas pasar.
Di sisi lain, menurunnya kepercayaan investor terhadap konsistensi kebijakan pemerintah turut memperbesar tekanan jual di bursa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan IHSG tidak hanya bergantung pada meredanya ketidakpastian global, tetapi juga pada penguatan kredibilitas kebijakan serta upaya menjaga iklim investasi yang lebih kondusif.
Hingga 26 Juni 2026, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat terkoreksi sangat fantastis, yakni 2.750,81 poin atau sekitar 31,81 persen dari penutupan akhir tahun lalu di level 8.646,94.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG, Jumat (26/6) sore, ditutup melemah 102,91 poin atau 1,72 persen ke posisi 5.896,13 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,03 poin atau 0,69 persen ke posisi 583,72.
"IHSG ditutup melemah terimbas koreksi indeks bursa global," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ratna menjelaskan, sentimen negatif antara lain berasal dari melemahnya bursa kawasan Asia dan Eropa, akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
"Tekanan pada saham sektor teknologi ini memicu koreksi pada harga komoditas logam, yang mendorong koreksi saham terkait," ujar Ratna.
Untuk pekan depan, Ratna mengatakan investor akan menantikan sejumlah data ekonomi dari domestik, diantaranya indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
"Sehingga, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700-5800 pada pekan depan," ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor transpprtasi & logistik yang naik masing-masing naik 0,47 persen dan 0,29 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!