Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Evaluasi Latsarmil Usai Tiga Peserta SPPI Meninggal

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 03:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Dorong Evaluasi Latsarmil Usai Tiga Peserta SPPI Meninggal Doc: Antara
Ket. Peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil), setelah tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.

“Bilamana harus ada yang diperbaiki atau diubah, itu merupakan masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut sehingga program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar dapat berjalan dengan baik,” kata Dave di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6).

Dave juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya para peserta program tersebut.

Menurut dia, pelaksanaan SPPI bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sejatinya telah didahului dengan asesmen kesehatan bagi para peserta. Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan.

“Pelatihan ini sangat dasar. Akan tetapi, memang harus didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fisik tertentu. Hal itu harus menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki dan disempurnakan ke depannya,” kata Dave.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6) mengonfirmasi dua peserta program SPPI KDMP dan KNMP meninggal dunia saat menjalani latsarmil, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Anisa yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke).

Sementara itu, Yonanda yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.

Menurut Rico, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil.

Sehari kemudian, Rabu (24/6), Kemhan kembali mengonfirmasi satu peserta lainnya meninggal dunia, yakni Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Rico menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil pada Senin (22/6). Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun kondisi Novia terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6). Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.