Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Percepat Penanganan Keluarga Risiko “Stunting”

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 17:12 WIB | Oleh:
BKKBN Percepat Penanganan Keluarga Risiko “Stunting” Doc: RRI/Tsalisa

JAKARTA - Mendukbangga Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan penanganan keluarga risiko stunting harus dilakukan langsung melalui intervensi nyata pemerintah. Ia menyebut pendekatan lapangan menjadi kunci menyelesaikan persoalan dasar keluarga yang berpotensi melahirkan generasi stunting di Indonesia.

"Kita diminta tidak banyak diskusi tetapi turun langsung ke lapangan menyelesaikan masalah keluarga risiko stunting secara nyata. Banyak kasus ditemukan mulai dari ekonomi sanitasi air bersih hingga pernikahan tidak tercatat yang berdampak pada kesejahteraan keluarga," ujar Wihaji dalam rangkaian Harganas ke-33 di Yogyakarta, Kamis (25/6).

Program intervensi keluarga risiko stunting menjadi bagian rangkaian Hari Keluarga Nasional ke tiga puluh tiga yang dipusatkan Yogyakarta. Pemerintah melibatkan berbagai pihak termasuk BSI melalui pendekatan pentahelix untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar secara bertahap dan berkelanjutan.

Supriatun sebagai keluarga risiko stunting mengaku menghadapi keterbatasan ekonomi sejak beberapa tahun terakhir tanpa dukungan bantuan memadai pemerintah. Ia harus memenuhi kebutuhan hidup sehari hari bersama anak anak dengan kondisi penghasilan terbatas dan bergantung bantuan keluarga.

"Saya sudah tinggal di sini sejak dua ribu dua puluh dan belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah selain listrik gratis. Pengeluaran per bulan sekitar satu juta tujuh ratus lima puluh ribu dan sering dibantu keluarga untuk kebutuhan sehari hari," kata Supriatun.

Wihaji menjelaskan bantuan pembangunan rumah bagi keluarga risiko stunting menjadi salah satu intervensi nyata yang didukung BSI. Ia menegaskan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta penting untuk mempercepat perbaikan kondisi hunian keluarga rentan secara berkelanjutan.

Supriatun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pembangunan rumah yang didukung BSI serta perhatian pemerintah terhadap keluarganya. Ia menilai bantuan tersebut memberikan harapan baru untuk hidup lebih layak bersama anak anak dalam kondisi lingkungan sehat.

"Saya merasa senang karena akan dibangunkan rumah sehingga bisa tinggal lebih layak bersama tiga anak saya. Harapan saya ke depan pemerintah terus memperhatikan keluarga kecil seperti kami agar kehidupan menjadi lebih baik," ujar Supriatun.

Wihaji berharap intervensi langsung melalui program orang tua asuh dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Ia menekankan edukasi keluarga dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci menciptakan generasi sehat dan berkualitas pada masa depan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.