Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Asal Lari! Pelatih Ungkap Kesalahan Fatal Pelari Pemula yang Picu Cedera

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Asal Lari! Pelatih Ungkap Kesalahan Fatal Pelari Pemula yang Picu Cedera Doc: Antara
Ket. Ilustrasi lari maraton.

Jakarta – Pelari pemula diingatkan untuk tidak hanya fokus pada aktivitas berlari, tetapi juga melengkapi latihan dengan penguatan otot (strength training) guna meningkatkan performa sekaligus mencegah cedera.

Sport Science Coach Matias Ibo mengatakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelari baru adalah hanya menambah porsi lari tanpa memperkuat otot penunjang tubuh.

“Sebagai seorang pelari apalagi kalau kita bicara baru mulai berlari jangan hanya fokus di larinya tapi harus ada wajib melakukan strength training,” kata Matias di Jakarta.

Menurut dia, latihan kekuatan yang dilakukan secara konsisten dua hingga tiga kali seminggu dapat membantu mencegah cedera shin splints, yakni nyeri pada tulang kering akibat penggunaan otot secara berlebihan. Latihan ini bertujuan memperkuat otot, bukan memperbesar massa otot.

“Semakin banyak mitokondria yang berada dalam otot, artinya semakin jauh kita bisa berlari, semakin cepat bisa melakukannya,” ujarnya.

Selain itu, Matias menekankan pentingnya penggunaan sepatu lari yang sesuai kebutuhan. Ia menilai banyak pelari pemula langsung menggunakan supershoes berpelat karbon, padahal jenis sepatu tersebut kurang ideal untuk lari santai atau berjalan.

Karena itu, ia menyarankan pelari memiliki setidaknya dua jenis sepatu, yakni untuk slow run atau easy run, serta untuk long run dan latihan interval.

“Memang mungkin investasinya banyak tetapi itu juga bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama. Jadi lebih baik menghabiskan sesuatu yang bisa berguna daripada menghabiskan waktu untuk rehabilitasi,” katanya.

Berdasar Durasi

Sementara itu, Jakarta Running Coach Aditya “Dodit” Madya Pamungkas menyarankan pelari pemula berlatih berdasarkan durasi, bukan jarak tempuh. Menurut dia, metode ini lebih efektif untuk membangun kapasitas jantung dan menghindari kecenderungan memaksakan kecepatan.

“Itu bisa mendorong kemampuan kapasitas jantung kita untuk bisa bekerja dengan lebih baik tanpa ada rush,” kata Dodit.

Ia menambahkan, latihan yang dilakukan dengan intensitas nyaman dan terkontrol juga dapat menurunkan risiko cedera akibat peningkatan beban latihan yang terlalu cepat.

“Latihan yang terkontrol dengan effort yang kita kategorikan nyaman itu biasanya juga lebih menghindari kita dari risiko cedera seperti shin splints,” ujarnya.

Di sisi lain, pelatih kebugaran Jansen Ongko menyoroti ambisi berlebihan dan tekanan sosial sebagai kesalahan yang kerap dilakukan pelari pemula. Banyak orang, menurutnya, tergoda mengikuti lomba lari jarak jauh atau maraton karena pengaruh lingkungan, meski kondisi fisiknya belum siap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM dan Kemenpar Dorong Pa...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.