Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ambisi Veda Ega Pratama Terus Menyala di Tengah Kurangnya Daya Saing Honda Team Asia

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 06:43 WIB | Oleh:
Ambisi Veda Ega Pratama Terus Menyala di Tengah Kurangnya Daya Saing Honda Team Asia Doc: istimewa
Ket. Veda Ega Pratama

BRNO - Para kru Honda Team Asia antusias menyambut kembali motor dengan nomor 9 berwarna pink ke dalam paddock. Namun, semangat yang sama tidak begitu terlihat dari pembalapnya, Veda Ega Pratama.

Setelah menghentikan laju motor yang baru saja dibawa finis urutan kelima di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko, pada Minggu 21 Juni lalu, Veda turun dari tunggangannya dan langsung berjalan ke dalam ruangan, sedikit tergesa.

Tampaknya adrenalin masih memuncak di kepala Veda setelah pertarungan sengit di antara lima orang pembalap lain di lap terakhir Moto3 seri kesembilan tersebut. Dan lima pembalap lain tersebut semuanya menunggangi motor KTM.

Veda kemudian melepas helm, duduk di kursi paddock, dan tanpa membuang waktu langsung melakukan evaluasi bersama para insinyur dan mekanik. Remaja 17 tahun itu menjelaskan secara rinci apa yang dirasakannya sepanjang balapan, sementara seluruh tim menyimak dengan penuh perhatian.

Lalu, seorang tim media sosial Honda Team Asia membawa handphone untuk merekam Veda. "Give me five," katanya, melambangkan posisi kelima Veda. Tapi putra dari pembalap nasional Supersport 600 Sudarmono itu hanya memberikan ekspresi seadanya memenuhi ajakan "high five" tersebut. Setelah itu, ia kembali larut dalam diskusi dengan para kru.​​​​​​

Veda memang finis di posisi kelima di Brno setelah memulai balapan dari grid ke-20. Padahal, seharusnya ia start dari posisi kedelapan. Hukuman turun 12 posisi harus diterimanya karena dianggap melambat di lintasan saat sesi kualifikasi berlangsung. Meski demikian, ia tetap mampu melesat 15 peringkat selama balapan, sebuah pencapaian luar biasa bagi pembalap yang baru menjalani musim pertamanya di Moto3.

Namun, air muka dan gestur Veda tampak kurang puas dari hasil itu. Anak ini memang benar-benar lapar akan ambisi.

Pada sebuah wawancara pascabalapan, Veda mengungkapkan bagaimana jalannya lomba, dan sedikit mengutarakan apa yang dia rasakan pada kemampuan motor SF250RW. Dia mengatakan, ada aspek yang harus ditingkatkan pada motor Honda yang ditungganginya agar bisa mengimbangi para rival lain di Moto3. Meskipun menurutnya, Honda juga memiliki keunggulan di sisi lain yang bisa dieksploitasi dalam balapan.

Di grid Brno hari itu, Veda berdiri di barisan paling belakang, 20. Dari sana, 19 motor ada di depannya. Lima belas dari 19 motor itu bermesin KTM.

Moto3 musim 2026 adalah dominasi KTM. Dari sepuluh besar klasemen sementara, delapan pembalap menunggangi KTM. Hanya Veda yang ada di peringkat kelima mengendarai Honda, dan Guido Pini di peringkat ke-10.

Setelah lampu merah padam, Veda gaspol pada lap pertama, dari 20 ke posisi 11. Lap demi lap, posisinya naik. Lap tiga, dia sudah di peringkat tujuh. Lap lima, dia masuk ke kelompok yang sedang memperebutkan podium.

Di sana, dia menemukan dirinya dikelilingi oleh motor-motor KTM, Hakim Danish, Maximo Quiles, dan beberapa nama lain yang sepanjang musim 2026 bergantian merepotkan siapa saja yang mencoba melawan mesin asal Austria itu. Veda adalah satu-satunya Honda di grup itu.

Pada lap keempat dari akhir, catatan lap Veda semakin cepat menjadi 2 menit 04,524 detik. Itu adalah catatan lap terbaik pada race hari itu. Dan itu juga merupakan rekor lap tercepat sepanjang sejarah Moto3 di Sirkuit Brno. Veda mencetak rekor bukan dari posisi terdepan yang bersih tanpa hambatan, melainkan dari dalam kerumunan, saat sedang mengejar.

Di lap terakhir, Veda berada di ekor rombongan depan yang begitu sengit memperebutkan podium. Lima motor di depannya bermesin KTM. Tapi serangan terakhir Veda dilakukan pada dua tikungan sebelum garis finis. Julukan "Rocket Boy" oleh para warganet, atau "Boeing 954" itu benar adanya dan terbukti di lintasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.