Terapi Cahaya dan Nanomaterial Harapan Baru Basmi Bakteri yang Kebal Antibiotik
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 07:23 WIB | Oleh: Haryo BronoPotensi Besar di Tengah Krisis Resistensi Antibiotik
Kemunculan terapi berbasis cahaya dan nanomaterial dinilai sangat relevan dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Menurut laporan global yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, resistensi antimikroba diperkirakan berkontribusi terhadap lebih dari 1 juta kematian langsung setiap tahun di seluruh dunia dan terkait dengan jutaan kasus kematian lainnya. Tanpa inovasi baru, angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.
Berbeda dengan antibiotik konvensional yang menargetkan mekanisme biologis tertentu, terapi fototermal dan fotodinamik bekerja dengan merusak struktur fisik bakteri melalui panas dan molekul reaktif. Karena mekanismenya berbeda, peluang bakteri mengembangkan resistensi terhadap terapi ini diyakini lebih kecil. Selain itu, terapi dapat diaktifkan hanya pada lokasi yang membutuhkan sehingga mengurangi efek samping sistemik yang sering muncul pada penggunaan antibiotik jangka panjang.
Uji Klinis pada Manusia
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski hasil penelitian pada hewan sangat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Sebelum dapat digunakan secara luas di rumah sakit, para peneliti harus memastikan keamanan nanomaterial dalam jangka panjang, menilai potensi efek samping, serta mengembangkan metode produksi yang ekonomis.
Biolog dari Saarland University, Jerman, Lars Kaestner, menilai masih diperlukan berbagai pengujian tambahan sebelum teknologi tersebut siap diterapkan pada manusia. Namun demikian, banyak ilmuwan optimistis bahwa pendekatan ini dapat menjadi salah satu solusi masa depan bagi pasien yang selama ini tidak memiliki banyak pilihan pengobatan.
Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes, populasi lanjut usia, serta ancaman bakteri super yang semakin sulit ditangani, terapi berbasis cahaya dan nanoteknologi menawarkan secercah harapan baru. Jika berhasil melewati tahapan uji klinis, teknologi ini berpotensi mengubah cara dunia medis menangani luka kronis yang selama puluhan tahun menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan modern. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!