Jelang Laga Argentina Vs Austria: Lionel Messi Tetap Tumpuan
📅 Senin, 22 Jun 2026, 06:40 WIB | Oleh: SriyonoMessi tetap instrumental bagi skuad asuhan Lionel Scaloni. Tapi kohesi tim yang dibentuk oleh keterampilan dan kemampuan membaca pertandingan yang setara di antara para pemain Argentina, adalah asset terbesar Albiceleste, persis seperti telah disinggung mendiang Maradona.
Asset itu pula yang membuat Aljazair gagal mengapitalisasi dominasi penguasaan bola dan agresivitas tinggi di sepertiga terakhir lapangan.
Messi tetap istimewa. Dia selalu tahu cara mengubah pendulum pertandingan sekaligus mengeluarkan timnya dari tekanan, kesulitan, dan kebuntuan.
Meskipun demikian, team work-lah yang membuat Messi bisa demikian. Dia bisa leluasa mendominasi permainan dan mengakali lawan berkat agresivitas rekan-rekannya di seluruh sektor lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia selalu dilindungi oleh kuartet gelandang Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez dan Thiago Almada, agar keterampilan dan visinya tetap menjadi nyawa permainan Argentina dan kemudian mengkristal menjadi kemenangan.
Sementara itu, duet padu Cristian Romero dan Lisandro Martinez di jantung pertahanan membuat penyerang-penyerang Aljazair gagal menyelesaikan tusukan-tusukan mereka, bahkan sebelum bisa mengganggu kiper Emiliano Martinez.
Walau para pemain Argentina lainnya juga memiliki keterampilan dan visi bermain yang tak kalah baik, mereka yang semuanya mengidolakan Messi dan menaruh hormat besar kepadanya tampak bermain untuk sang kapten, sekaligus untuk Argentina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tu membuat Messi tak pernah gagal dalam menjaga kualitasnya, dan tetap berbahaya seperti pada masa mudanya dan puncak kariernya.
Asistensi rekan-rekan setimnya yang adalah junior-juniornya itu, membuat Messi akhirnya mengangkat trofi Copa America pada 2021 dan Piala Dunia setahun kemudian, setelah beberapa kali gagal bersama rekan-rekan segenerasinya.
Kini, di Amerika Utara, bersama barisan pemain muda yang sama, Messi bersiap merengkuh pencapaian-pencapaian lain yang akan membuat dunia berkonsensus bahwa dialah yang pantas disebut "GOAT" (greatest of all time), terbaik sepanjang masa.
Dia di ambang melampaui Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa. Dia juga berada di jalur menjadi pemain Argentina kedua setelah Daniel Passarella yang dua kali mengangkat trofi Piala Dunia.
Oleh karena itu, walau kekuatan Argentina terletak pada banyak aspek, fokus pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria di Dallas Stadium, Texas, Amerika Serikat, pada Senin (22/6) pukul 24.00 WIB ini, tetaplah Messi.
Lebih dijagokan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!