Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan Tekan Pemborosan Nasional

📅 Senin, 22 Jun 2026, 08:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan Tekan Pemborosan Nasional Doc: ANTARA
Ket. Bapanas perkuat Gerakan Selamatkan Pangan tekan pemborosan nasional.

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat Gerakan Selamatkan Pangan melalui sinergi multipihak untuk menekan pemborosan, memanfaatkan pangan berlebih, dan memperluas akses pangan layak konsumsi masyarakat.

"Setiap hari, tidak sedikit makanan yang masih layak konsumsi berakhir menjadi sampah. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pangan yang cukup dan bergizi," kata Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (21/6).

Dia menyampaikan kontradiksi itu yang mendorong semakin kuatnya Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan pangan berlebih dapat dimanfaatkan sebelum berakhir di tempat sampah.

"Semangat ini yang kami bawa dalam pertemuan koordinasi bertema 'Penguatan Kolaborasi Multipihak dalam Pencegahan dan Pengurangan Sisa Pangan melalui Implementasi Stop Boros Pangan di Sulawesi Selatan' yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong GSP. Menurutnya, keberhasilan upaya ini sangat ditentukan oleh sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam sistem pangan.

"Penanganan sisa pangan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar pangan berlebih yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Nita.

Nita menjelaskan lima strategi utama yang terus didorong Bapanas, yakni penguatan konsepsi dan kerangka kerja penyelamatan pangan, penguatan kebijakan, implementasi aksi penyelamatan pangan, pengembangan kolaborasi multipihak, serta sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Nita menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penyelamatan pangan terus menguat.

Hingga saat ini tercatat 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota telah memiliki instruksi maupun surat edaran kepala daerah sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan selamatkan pangan, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang aktif melakukan pelaporan kegiatan penyelamatan pangan melalui platform Stop Boros Pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat data sekaligus mengukur dampak program penyelamatan pangan yang dilakukan di daerah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan penyelamatan pangan, Sulawesi Selatan pada tahun 2026 menjadi salah satu daerah penerima manfaat mobil penyelamatan pangan.

"Kami harap fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan sektor swasta maupun komunitas sehingga semakin banyak pangan berlebih yang dapat diselamatkan dan disalurkan kepada masyarakat," kata Nita.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, Kemal Redindo Syahrul Putra, mengatakan keberhasilan penyelamatan pangan memerlukan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Karena itu, pihaknya menggandeng berbagai mitra seperti Baznas, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dalam menjalankan program penyelamatan pangan di Sulawesi Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.