Menteri UMKM Genjot Ekosistem Wirausaha
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 17:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Hal ini agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak berubah menjadi beban pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Maman saat membuka Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 yang digelar Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (20/6).
Menurut dia, dominasi penduduk usia produktif menjadi peluang besar untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh ekosistem usaha yang sehat dan inklusif.
“Saya mengapresiasi Komunitas Tangan Di Atas yang konsisten menyelenggarakan Pesta Wirausaha Nasional sejak 2007. Dan ini bisa sebagai ruang untuk memperkuat kemandirian wirausaha Indonesia,” ujar Maman.
Saat ini sekitar 68% penduduk Indonesia berada pada usia produktif dari total populasi lebih dari 287 juta jiwa. Pemerintah pun membidik peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,20% pada 2026 dan naik menjadi 3,60% pada 2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian UMKM menyiapkan berbagai instrumen pendukung. Salah satunya melalui platform SAPA UMKM yang dirancang menjangkau sekitar 57 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat mengakses layanan pembiayaan, sertifikasi, perizinan berusaha, pelatihan, hingga informasi pengembangan usaha. Fitur community chat juga disediakan guna memperluas kolaborasi antarpelaku usaha dari berbagai daerah.
“Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM bergabung ke SAPA UMKM. Saya optimistis platform ini akan terus dikembangkan sehingga semakin banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan mendukung pertumbuhan usaha,” kata Maman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat peran 754 lembaga inkubator bisnis di berbagai wilayah. Salah satunya untuk mendampingi calon wirausaha, startup, hingga UMKM agar lebih inovatif dan kompetitif.
Di sisi lain, Kementerian UMKM bersama BPJPH tengah menyiapkan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu UMKM. Program ini diharapkan membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum batas pengajuan pada Oktober 2026.
“Kementerian UMKM siap hadir dalam setiap proses tumbuh kembang pengusaha UMKM agar semakin banyak usaha yang berkembang. Kemudian membuka lapangan kerja, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujar dia.
Pesta Wirausaha Nasional 2026 sendiri berlangsung pada 20-21 Juni 2026 di Plenary Hall JICC dengan target kehadiran sekitar 15 ribu pengusaha UMKM. Agenda yang diusung meliputi pameran produk, talkshow inspiratif, hingga business matching untuk memperluas akses pasar dan peluang kemitraan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!