Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Tujuh Daerah di NTB Berstatus Awas Kekeringan, El Nino Makin Memperparah.

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 13:02 WIB | Oleh:
BMKG: Tujuh Daerah di NTB Berstatus Awas Kekeringan, El Nino Makin Memperparah. Doc: Antara Foto
Ket. Seorang warga melintasi pematang sawah yang kering akibat kemarau di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk status awas kekeringan meteorologis akibat kemarau yang diperkuat El Nino dengan indeks +2,26 derajat Celcius.

"Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat adanya hujan selama 74 hari berturut-turut. Kedua daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari dua bulan tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Sabtu.

Suci memaparkan tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan adalah: 

  1.  Kabupaten Lombok Timur,
  2. Lombok Utara,
  3. Sumbawa Barat,
  4. Sumbawa,
  5. Dompu,
  6. Bima, dan
  7. Kota Bima.

Saat ini total terdapat 17 kecamatan pada tujuh daerah di Nusa Tenggara Barat yang berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut.

Menurut dia, fenomena El Nino yang semakin menguat selama musim kemarau tahun ini telah menyebabkan hari tanpa hujan terus bertambah panjang di sejumlah daerah.

Kondisi penguatan El Nino tersebut diperkirakan dapat bertahan selama beberapa bulan ke depan. Sedangkan, fenomena Dipol Samudra Hindia atau IOD yang saat ini masih netral diperkirakan beralih ke fase positif mulai September hingga Desember 2026.

Pada akhir Juli 2026, curah hujan di NTB secara umum didominasi kategori rendah antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi hanya tercatat di Pos Hujan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, sebesar 19 milimeter per dasarian.

BMKG memperkirakan peluang hujan pada dasarian I Agustus 2026 atau periode 1–10 Agustus juga masih sangat kecil dengan peluang kurang dari 10 persen di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Suci mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

"Sehubungan hari tanpa hujan yang kian panjang dan daerah yang masuk status awas kekeringan meteorologi juga semakin banyak, maka kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih," pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.