Masjid Tuo Ampang Gadang di Sumbar Dipugar, Siap jadi Destinasi Sejarah, Budaya, dan Religi
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Instagram/ianpiliang
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berharap pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi warga sekitar, termasuk melalui pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya dan wisata.
"Setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Saat meresmikan pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (19/6), ia mengatakan masjid yang berdiri sejak 1834 itu merupakan bangunan cagar budaya yang telah menjalani pemugaran tahap pertama. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.
Menurut Fadli, tahap lanjutan pemugaran akan mencakup penataan kawasan, pemasangan pagar, serta penyediaan informasi bagi pengunjung yang ditargetkan rampung pada 2026.
Ia mengatakan upaya pelestarian tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fadli juga berharap masjid bersejarah tersebut tetap hidup bersama komunitasnya serta terus menjadi bagian dari pelestarian sejarah dan tradisi keagamaan setempat.
"Mudah-mudahan Masjid Tuo Ampang Gadang yang sudah kita perbaiki, kita pugar, dapat menjadi masjid yang terus berlangsung dengan komunitasnya, dengan sejarahnya, dengan ajaran-ajarannya," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Safni Sikumbang menyambut baik pemugaran masjid tersebut dan menilai program itu sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kebudayaan serta mendukung pembangunan daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahap berikutnya, pemerintah akan melakukan pemugaran menara masjid yang dibangun pada 1901. Menara tersebut diyakini memiliki arsitektur hasil akulturasi budaya Minangkabau dengan budaya Mughal dari Asia Tengah.
Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan kawasan Masjid Tuo Ampang Gadang sebagai destinasi budaya, sejarah, wisata religi, wisata kuliner, dan wisata alam guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!