Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bengkulu Imbau Warga Imunisasi Anak Antisipasi Campak

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 16:04 WIB | Oleh:
Pemkot Bengkulu Imbau Warga Imunisasi Anak Antisipasi Campak Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Selasa (28/4).

BENGKULU -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk melakukan imunisasi bagi anak mereka guna mengantisipasi penyebaran virus campak, yang saat ini telah menginfeksi puluhan warga dengan didominasi oleh anak-anak.

"Kami mengimbau kepada orang tua agar melakukan imunisasi untuk anak mereka. Sebab kasus campak meningkat salah satunya disebabkan rendahnya imunisasi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Selasa.

Untuk itu masyarakat diminta dapat terus meningkatkan kewaspadaan, sebab kasus campak di Kota Bengkulu terus mengalami peningkatan. Apalagi penyakit tersebut sangat mudah menular, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain imunisasi, lanjut dia, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, memastikan asupan gizi anak tercukupi, dan membatasi kontak dengan pasien yang menunjukkan gejala campak.

Pihaknya berharap agar masyarakat berperan aktif untuk melengkapi imunisasi  guna menekan penyebaran penyakit campak dan menjaga kesehatan generasi muda.

Jika ada masyarakat yang mengalami gejala penyakit campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah yang disertai dengan ruam kemerahan di tubuhnya, kata dia, segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain Pemkot Bengkulu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran penyakit campak.

Pemkot Bengkulu saat ini juga mempercepat pemetaan wilayah rawan penyebaran penyakit campak dengan melakukan intervensi difokuskan pada daerah dengan temuan kasus tinggi untuk menekan penularan.

Dinkes Kota Bengkulu melakukan pemetaan berdasarkan tingkat kerawanan. Untuk daerah dengan temuan kasus tinggi langsung mendapat penanganan intensif guna menekan penyebaran virus.

"Campak ini penularannya seperti flu, lewat droplet. Artinya sangat cepat menyebar. Kalau tidak diantisipasi dengan serius, bisa berkembang luas, apalagi di wilayah yang memang sudah ada kasus," kata Nelly.

Ia mengatakan Kota Bengkulu masuk kategori rawan sebab ditemukan kasus campak yang lebih tinggi dibanding kawasan lainnya yaitu Kecamatan Selebar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Pasang Badan Tolak Pembubaran UNRWA

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...

Wonosobo Andalkan Dieng Caldera Race untuk Promosi Wisata

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...
Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...
Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.