Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung

📅 Senin, 30 Mar 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung Doc: Antara

Mataram - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelaborasi model pelestarian sejarah dan budaya berbasis kampung melalui pengembangan konsep museum tematik yang melibatkan masyarakat secara langsung di Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram.

"Karang Taliwang potensial untuk dikembangkan museum kampung, karena memiliki DNA entrepreneur, kohesi sosial yang kuat, dan jejak sejarah yang telah ada sejak abad ke-17," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.

Nuralam mengatakan model pelestarian memakai pendekatan yang tidak bersifat top-down, melainkan berbasis partisipasi masyarakat atau bottom-up dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan komunitas setempat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan.

Museum NTB mengembangkan museum kampung yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian berbagai artefak, tetapi juga sebagai ruang hidup yang merepresentasikan tradisi dan budaya yang masih dijalankan oleh penduduk setempat.

"Kami mengajak mereka untuk berpikir bersama membuat museum kampung Karang Taliwang," kata Nuralam.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kampung Karang Taliwang dapat menjadi museum hidup yang menyatu dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pengunjung bisa menyaksikan langsung tradisi, praktik sosial budaya, maupun arsitektur lama yang masih dipertahankan oleh penduduk kampung tersebut sebagai ruang pamer alami.

Museum NTB bersama masyarakat Karang Taliwang berencana membentuk tim ad-hoc untuk merumuskan langkah pengembangan museum tematik, termasuk pemetaan potensi, kebutuhan, serta dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing pihak.

Berdasarkan catatan sejarah, Karang Taliwang terbentuk dari pemukiman pasukan Kerajaan Taliwang yang dikirim untuk membantu Kerajaan Selaparang menghalau invasi Kerajaan Gelgel dan Karangasem pada awal abad ke-16.

Tokoh Masyarakat Karang Taliwang Syfari Habibi (53 tahun) mengapresiasi upaya Museum NTB yang ingin mengembangkan museum tematik sebagai destinasi wisata baru dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.

"Masyarakat Taliwang sangat mendukung program itu, karena selain kuliner ayam taliwang yang terkenal, kami juga punya nilai sejarah yang kuat. Kami bisa bercerita lebih banyak tentang sejarah Taliwang melalui museum kampung," pungkas Syfari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.