Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Diyakini Tetap Percaya Indonesia, Meski Banyak Dirugikan

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 05:53 WIB | Oleh:
Tiongkok Diyakini Tetap Percaya Indonesia, Meski Banyak Dirugikan Doc: ist
Ket. klaim dipercaya

JAKARTA -  Kebijakan Indonesia sering dikeluhkan Tiongkok. Namun begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin kepercayaan pemerintah Tiongkok tetap terjaga terhadap Indonesiakin.

"Pemerintah Tiongkok amat trust dan mendukung. Kalau dari diskusi dengan mereka, diskusinya menarik, amat konstruktif dan menunjukkan kepercayaan Tiongkok dan kepercayaan kami ke pemerintah Tiongkok juga sama, sama bagusnya," kata Purbaya Yudhi Sadewa kepada ANTARA di Beijing, Kamis (18/6) malam.

Hal itu disampaikan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan Menkeu Purbaya dengan Menteri Keuangan Tiongkok Lan Fo'an maupun pihak dari bank sentral Tiongkok, China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) maupun investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.

"Kedua negara sama-sama bersemangat untuk meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih dekat lagi. Meski demikian, mereka juga menyampaikan pertanyaan sebenarnya seperti apa kondisi Indonesia, tentu saya bisa jelaskan dan yakinkan bahwa kondisi fundamental ekonomi tidak ada masalah," ungkap Purbaya.

Purbaya mengakui pelaku usaha Tiongkok memiliki sejumlah keluhan mengenai beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap mengganggu kelancaran bisnis para investor China di Indonesia.

"Dan itu sudah dijawab oleh Presiden Prabowo, dan Presiden Prabowo akan memperbaiki kondisi investasi supaya pemerintah dan investor China bisa berbisnis dengan wajar di Indonesia. Jadi Presiden mengerti betul hambatan yang terjadi untuk melakukan bisnis di Indonesia dan itu sedang diperbaiki," tambah Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memahami masalah dan keluhan yang disampaikan pelaku usaha asal China dan sedang memperbaiki kondisi di lapangan.

"Sebenarnya kami sudah mengerti permasalahannya apa dan sudah diperbaiki, tapi kebetulan mengenai keluhan yang belum beres, mereka kirim kami. Presiden dan kami sudah tindaklanjuti dengan baik. Hanya tentu ada beberapa hal yang memerlukan waktu untuk kembali ke level yang memudahkan untuk beberapa pengusaha China, meski sebagian besar kami perbaiki dengan cepat," jelasnya.

Purbaya pun menjelaskan pemerintah Indonesia terbuka bagi pengusaha asal negara manapun untuk semakin banyak berinvestasi di Indonesia.

"Jadi semakin banyak yang investasi akan semakin bagus buat Indonesia. Kebetulan saja, China adalah salah satu sumber investasi besar yang tidak bisa kita abaikan. Hanya kan ada juga dari Amerika, Singapura, dan lain-lain. Jadi kita diversifikasi sumber investasi dan sumber pembiayaan supaya ekonomi kita tetap bisa tumbuh cepat tanpa mengubahkan prinsip 'non-alignment' Indonesia," ujarnya.

China diketahui menjadi mitra ekonomi penting bagi Indonesia karena nilai investasi China ke Indonesia pada 2025 mencapai 5,4 miliar dolar AS, atau naik 13,5 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara realisasi investasi asal China pada kuartal pertama 2026 mencapai 2,2 miliar dolar AS atau meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, dengan hampir separuh realisasi investasi itu mengalir ke industri hilirisasi.

China menjadi negara penyumbang investasi terbesar ketiga dalam tiga bulan pertama 2026, setelah Singapura dengan investasi senilai 4,6 miliar dolar AS dan Hong Kong dengan investasi senilai 2,7 miliar dolar AS.

Sebelumnya diketahui Kamar Dagang China di Indonesia pada Mei 2026 sempat mengirim surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah dan sejumlah kekhawatiran yang timbul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.