Oman Disingkirkan AS dari Mediasi Iran, Status “Swiss Timur Tengah” Kini Terancam
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim PenulisIa kemudian mengatakan bahwa duta besar Oman meyakinkannya “tidak ada rencana untuk penerapan tarif”.
Seperti Pegawai Iran
Sebagai bagian dari kesepakatan, Oman dan Iran bersama negara-negara Teluk lain akan menentukan “masa depan administrasi dan layanan maritim di Selat Hormuz” sesuai hukum internasional.
Namun Washington menegaskan bahwa Oman bukan mediator yang mereka inginkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS “menyingkirkan mereka” dari proses karena “kami merasa mereka sangat tidak jujur, hampir seperti pegawai Iran”.
Namun mantan diplomat AS Alan Eyre menilai Oman tidak sepenuhnya berpihak pada salah satu negara.
Ia mengatakan Muscat tidak benar-benar kehilangan kepercayaan Washington, karena hubungan keduanya tetap bersifat transaksional: selama Oman bermanfaat, AS akan tetap berhubungan dengannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski netralitas Oman membuatnya mendapat tekanan dari AS, hal itu juga melindungi negara tersebut dari serangan yang lebih sering terjadi di negara-negara tetangganya.
Selama perang, Oman menjadi negara Teluk yang paling sedikit terdampak serangan, sementara bandara mereka menjadi tempat transit para pengungsi dari wilayah konflik.
Sikap hati-hati Muscat sangat berbeda dengan negara-negara Teluk lain yang lebih keras mengkritik Iran, meski banyak di antaranya kini mulai membuka jalur dialog.
Sebagian besar garis pantai Oman berada di luar Teluk, menjadikan pelabuhan Sohar dan Duqm sebagai pusat logistik penting di tengah upaya mencari jalur alternatif dari Selat Hormuz.
“Perang mempercepat strategi ‘hedging’ yang sudah ada,” kata Hellyer, merujuk pada pendekatan negara-negara Teluk yang kembali berhubungan dengan Iran sambil tetap menjaga hubungan dengan AS.
“Negara-negara Teluk kini mulai mengikuti pendekatan Oman karena insentif utama—jaminan keamanan AS yang tidak stabil—berlaku secara luas.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!