Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjaga Order di Tengah Kenaikan BBM, Prioritas Utama Para Driver Ojol

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 19:57 WIB | Oleh:

"Setelah harga Pertamax naik, saya merasa sudah tidak sanggup menggunakannya secara rutin. Akhirnya lebih memilih mengantre Pertalite," katanya.

Keputusan tersebut, menurut Aziz, membawa konsekuensi lain. Ia merasa performa kendaraannya tidak sebaik saat menggunakan Pertamax secara penuh. Namun, penghematan biaya menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.

Bagi Aziz, persoalan yang lebih besar justru terletak pada menurunnya jumlah order. Ia mengaku mulai merasakan sedikit penurunan pesanan setelah kenaikan harga BBM non-subsidi.

"Beberapa pelanggan yang sebelumnya cukup loyal mulai mencari alternatif lain, sehingga frekuensi pesanan tidak sebanyak sebelumnya," ujarnya.

Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Meski memiliki pengalaman dan pandangan yang berbeda, Abdulloh dan Aziz memiliki kekhawatiran yang sama. Bukan semata soal harga BBM, melainkan bagaimana mempertahankan pendapatan di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.

Bagi para pengemudi ojol, setiap notifikasi pesanan yang masuk berarti tambahan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena itu, menjaga performa layanan dan tetap aktif di jalan menjadi strategi utama agar aplikasi terus memberikan order.

"Dalam situasi seperti sekarang, kami harus terus menjaga performa agar tetap memperoleh pesanan," kata Aziz yang menggunakan Honda Beat untuk bekerja sehari-hari.

Ia berharap berbagai program apresiasi bagi mitra pengemudi dari perusahaan aplikasi tetap dipertahankan. Selain itu, pemerintah juga diharapkan menghadirkan regulasi yang lebih berpihak pada kesejahteraan pengemudi, termasuk perlindungan berupa asuransi kecelakaan dan jaminan kesehatan.

"Saya berharap semakin banyak program yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mitra, sehingga kami dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif," ujarnya.

Di tengah perubahan harga BBM dan ketidakpastian ekonomi, para pengemudi ojol tampaknya masih menghadapi tantangan yang sama setiap hari: memastikan order tetap datang agar roda kehidupan terus berjalan. Bagi mereka, jumlah pesanan yang stabil sering kali lebih menentukan daripada angka yang tertera di papan harga SPBU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.