Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebiasaan Digital Sepele yang Bisa Membuka Celah Kejahatan Siber

📅 Senin, 15 Jun 2026, 22:41 WIB | Oleh:
Kebiasaan Digital Sepele yang Bisa Membuka Celah Kejahatan Siber Doc: IST
Ket. Ilustrasi kejahatan siber. Maraknya kejahatan siber di Indonesia tidak hanya dipicu oleh kecanggihan pelaku, tetapi juga kebiasaan digital pengguna. Mulai dari menerima semua cookie hingga mengabaikan pembaruan browser, sejumlah kebiasaan sederhana dapat meningkatkan risiko pencurian data dan penipuan online.

JAKARTA– Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin pesat ternyata diiringi meningkatnya ancaman kejahatan siber. Aktivitas seperti transaksi online, belanja digital, hingga penggunaan internet melalui perangkat seluler membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) menunjukkan lebih dari 548.000 laporan kejahatan siber tercatat sepanjang Januari 2024 hingga April 2026. Penipuan online dan phishing menjadi jenis ancaman yang paling banyak dilaporkan masyarakat.

Di balik maraknya kasus tersebut, sejumlah kebiasaan digital yang kerap dianggap sepele ternyata dapat meningkatkan risiko menjadi korban kejahatan siber. Mulai dari membiarkan peramban tab (tab browser) terbuka terlalu lama hingga mengabaikan pembaruan perangkat lunak, semuanya berpotensi menciptakan celah keamanan yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan pengguna internet adalah membiarkan puluhan tab browser tetap terbuka selama berhari-hari. Selain membuat kinerja peramban menjadi lebih lambat, sejumlah tab yang masih aktif dapat menjalankan pelacak, memuat iklan, atau mengumpulkan data di latar belakang tanpa disadari pengguna.

Pakar keamanan digital menyarankan pengguna untuk menutup tab yang sudah tidak digunakan guna mengurangi paparan terhadap risiko keamanan maupun pelanggaran privasi saat berselancar di internet.

Kebiasaan lain yang juga umum dilakukan adalah langsung mengklik tombol “Terima Semua” pada pop-up persetujuan cookie ketika mengakses situs web. Padahal, tidak semua cookie hanya digunakan untuk mendukung fungsi teknis sebuah situs.

Sebagian cookie dimanfaatkan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs guna membangun profil perilaku dan minat. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menampilkan iklan yang sangat tertarget, bahkan dalam beberapa kasus berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk membuat skenario penipuan atau phishing yang lebih meyakinkan.

Karena itu, pengguna disarankan untuk meninjau pengaturan privasi sebelum memberikan persetujuan penggunaan cookie dan menolak cookie yang tidak diperlukan.

Risiko keamanan juga dapat muncul dari penggunaan terlalu banyak ekstensi peramban. Meski membantu meningkatkan produktivitas dan kenyamanan saat berinternet, tidak semua ekstensi memiliki standar keamanan yang baik.

Beberapa ekstensi diketahui mampu mengakses data penelusuran, memantau aktivitas online, hingga meminta izin yang sebenarnya tidak relevan dengan fungsinya. Dalam kasus tertentu, ekstensi berbahaya bahkan digunakan untuk mencuri informasi login, menyisipkan iklan mencurigakan, atau mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.

Pengguna dianjurkan untuk hanya menginstal ekstensi dari sumber terpercaya dan secara berkala meninjau kembali izin akses yang diberikan kepada setiap ekstensi yang digunakan.

Selain itu, banyak pengguna yang masih menunda pembaruan peramban dengan alasan aplikasi masih berfungsi normal. Padahal, sebagian besar pembaruan perangkat lunak justru dirancang untuk menutup celah keamanan yang baru ditemukan.

Peramban yang tidak diperbarui berpotensi lebih rentan terhadap berbagai ancaman, mulai dari malware hingga serangan phishing yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Mengaktifkan pembaruan otomatis atau melakukan update secara rutin dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menjaga keamanan saat beraktivitas di dunia digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Akhirnya Warga Swiss Menolak Usulan Pembatasan Populasi 10 Juta Jiwa

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Akhirnya Warga Swiss Menola...

Profesor ITS Kembangkan Limbah Aluminium sebagai Sumber Energi

58 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Profesor ITS Kembangkan Lim...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.