Sulawesi Selatan Diusulkan Jadi Pusat Khazanah Maritim Indonesia ANRI
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Makassar - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diusulkan sebagai pusat Khazanah Maritim Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Muhammad Jufri dalam keterangan di Makassar, Sabtu (13/6), menyambut baik gagasan pengembangan pusat khazanah maritim tersebut.
Menurut dia, keberadaan fasilitas itu dapat menjadi ruang pembelajaran yang bernilai bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat sejarah maritim nasional.
Ia menilai penguatan arsip bukan hanya penting bagi birokrasi, tetapi juga sarana masyarakat mengenali sejarah, identitas, dan perjalanan peradaban daerahnya.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” kata Jufri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI Andi Abu Bakar mengatakan fasilitas itu dirancang bukan sekadar tempat penyimpanan arsip, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan pariwisata berbasis sejarah maritim Indonesia timur.
ANRI menawarkan konsep pengembangan fasilitas yang dilengkapi diorama dan berbagai media edukatif untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik dan interaktif bagi masyarakat.
Pengembangan pusat khazanah maritim tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat literasi sejarah dan pelestarian memori kolektif bangsa di tengah percepatan transformasi digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis karena menyimpan banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang berperan penting dalam perkembangan Indonesia timur.
Sulawesi Selatan juga dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah pelayaran dan perdagangan Nusantara, termasuk jejak peradaban suku bangsa yang dikenal hingga mancanegara.
Dalam kesempatan itu, Andi Abu Bakar menegaskan pentingnya arsip dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun dunia usaha.
Menurut dia, arsip menjadi instrumen penting yang berkaitan dengan akuntabilitas dan keamanan administrasi suatu lembaga.
“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian, maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security (perlindungan administrasi) bagi lembaga di masa depan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!