Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keluarga Korban Bullying di Kramat Pulo Menolak Damai, Minta Pelaku Dihukum

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keluarga Korban Bullying di Kramat Pulo Menolak Damai, Minta Pelaku Dihukum Doc: Antara
Ket. Bella (29) memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus perundungan yang menimpa anaknya, MWP (6) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).

JAKARTA - Keluarga dari MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan (bullying) oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, menolak langkah damai dan akan tetap mengawal proses hukum terhadap pelaku hingga tuntas.

​Ayah korban, Bella (29) di Jakarta, Sabtu (12/6), mengatakan, meski sempat ada upaya komunikasi dari pihak keluarga salah satu pelaku untuk meminta maaf, namun dia tetap teguh pada pendiriannya.

​"Kalau buat minta maaf pasti ada, salah satu orang tua pelaku ada yang berusaha berniat baik datang dan kasih makanan. Tapi kami menolak, karena kami tetap tidak mau berdamai," kata Bella kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat.

​Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyidikan dari pihak kepolisian. "Kemarin udah bikin LP (laporan polisi). Itu (pelaku dewasa) sudah diperiksa dan pelaku sudah ditangkap," ujarnya.

Menurut Bella, ketegasan langkah hukum yang diambil juga sebagai pesan kepada publik untuk tidak mentolelir aksi perundungan.

Pihak keluarga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama dalam pengawasan di ruang publik, serta memastikan keadilan ditegakkan bagi korban.

"Kami tetap berusaha gimana caranya agar ada efek jera untuk kedua pelaku. Bukan berarti kita kejam, tapi kita takutnya ini menjadi kebiasaan atau terjadi ke anak yang lain," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Bella, salah satu pelaku yang masih duduk di bangku SMP dilaporkan telah dipulangkan dengan status dalam pengawasan, sementara proses hukum terhadap pelaku lainnya yang berusia lebih dewasa masih berjalan.

Adapun, kondisi kesehatan MWP kini berangsur pulih meski belum sepenuhnya stabil.

​Bella mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pasca-penganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.

​"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," kata Bella.

​Bella menambahkan, tekanan darah korban saat ini juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.

"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," tuturnya.

Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Wisata Gastronomi Ajak Wisa...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor: Perl...

Jaringan Sabu Karawang-Bekasi Dibongkar Polres Karawang

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Jaringan Sabu Karawang-Beka...
Ekonomi
Harga Telur Ayam Rp30.100/K...
Olahraga
Piala Dunia: Brasil Ditahan...
Olahraga
Turnamen Bulu Tangkis Khusu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.