Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Kuningan Kerahkan 1.036 Petugas Sensus Ekonomi untuk Hasilkan Data Pembangunan

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 18:18 WIB | Oleh:
Pemkab Kuningan Kerahkan 1.036 Petugas Sensus Ekonomi untuk Hasilkan Data Pembangunan Doc: antara foto
Ket. Petugas sensus ekonomi di Kabupaten Kuningan, Jabar.

KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat menyebut sebanyak 1.036 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan membantu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Jumat (12/6), mengatakan hasil pendataan yang dilakukan para petugas selama pelaksanaan sensus akan menjadi rujukan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah untuk jangka panjang.

"Hasil pendataan yang dilakukan selama sekitar dua setengah bulan ke depan sangat menentukan arah pembangunan dan perekonomian dalam 10 tahun mendatang," katanya.

Ia menegaskan data yang dikumpulkan harus akurat, valid, dan objektif agar dapat digunakan sebagai landasan penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.

"Sebaliknya, data yang kurang tepat dapat menyebabkan program pembangunan tidak berjalan optimal," ujarnya.

Dian mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas, sehingga menghasilkan gambaran kondisi ekonomi yang sesuai dengan fakta di lapangan.

Ia menilai SE 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi pembangunan dan pengembangan ekonomi di Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kuningan Urip Sugeng Santoso mengatakan sebanyak 1.036 petugas akan melakukan pencacahan langsung di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan, mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026.

Ia menyampaikan pendataan mencakup rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, hingga berbagai unit usaha lainnya melalui metode door to door.

"Kami mengerahkan 1.036 petugas untuk melakukan pencacahan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan," katanya.

Urip menjelaskan sensus juga dilaksanakan melalui metode pengisian mandiri (self-enumeration), yang diperuntukkan bagi perusahaan atau usaha berskala besar.

Ia menambahkan setiap petugas ditargetkan mendata sekitar 600 rumah tangga dan unit usaha, selama periode sensus berlangsung.

"Hasil pendataan ini nantinya menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
BI-Pemerintah Kompak Benahi...
Luar Negeri
Flightradar24: Sanksi AS Pa...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.