Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengangguran Jakarta Lebihi Rata-rata Nasional

📅 Selasa, 10 Des 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengangguran Jakarta Lebihi Rata-rata Nasional Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Pencari kerja memeriksa informasi tentang lowongan pekerjaan pada acara Jaknaker Expo 2024 di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat (22/11).

JAKARTA - Pemprov Jakarta masih memiliki pekerjaan berat karena soal pengangguran. Angka pengangguran Jakarta cukup tinggi mencapai 6,21 persen. “Bahkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta ini lebih tinggi dari rata-rata nasional, 4,91 persen,” tutur Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi Jakarta, Sri Haryati, Senin.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jakarta terus memprioritaskan upaya penurunan angka pengangguran melalui pendekatan komprehensif. Untuk penanggulangan pengangguran, pertama-tama perlu dibuat grand strategy. Di dalam grand strategy tersebut terdapat pemanfaatan data.

Kemudian, mengidentifikasi masalahnya dan dibuat target penurunan pertahun. Untuk itu, diperlukan solusi jitu untuk realisasi grand strategy tersebut. Sebab hanya dengan solusi, angka pengangguran benar-benar dapat diturunkan.

Selain itu, Sri menyebut Pemprov Jakarta juga terus merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Tujuannya untuk memastikan tenaga kerja Jakarta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk ini, perlu berkolaborasi dengan dunia usaha. Lebih lanjut Sri mengungkapkan, Pemprov juga sedang membuat dashboard terpadu. Ini sebuah platform digital yang mengintegrasikan data tenaga kerja, investasi, UMKM, informasi lowongan kerja, dan data lainnya terkait ketenagakerjaan Jakarta.

Selain mendukung pengambil kebijakan dalam memantau implementasi strategi pengurangan pengangguran di Jakarta, Sri mengatakan dashboard terpadu tersebut dapat mempermudah masyarakat mengidentifikasi peluang kerja. Sri Haryati menjelaskan, dashboard terpadu memiliki beberapa fitur utama. Mereka adalah informasi ketenagakerjaan, pusat pelatihan kerja daerah, Kartu Pekerja Jakarta, dan sistem pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berbasis web. Selain itu, juga ada info pengembangan UMKM, soal perizinan, dan investasi.

Di samping itu, Sri menjelaskan, kemudahan perizinan dan kinerja investasi sangat penting bagi pelaku usaha. Sebab ini menjadi pintu awal yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi daerah. “Perizinan yang cepat, transparan, dan efisien memberikan kepastian hukum para investor,” jelasnya.

Hal itu membuat pelaku usaha dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa terbebani birokrasi yang rumit. Sri Haryati juga mengungkapkan sektor investasi Jakarta terus menunjukkan performa positif menuju transformasi kota global. Menurutnya, sepanjang Januari hingga September, Jakarta mencatat realisasi investasi sebesar 191,78 triliun. Angka ini tertinggi di Indonesia.

“Angka ini membuktikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan dan stabilitas ekonomi Jakarta,” tandas Sri. Pemprov Jakarta pun mengajak seluruh masyarakat, dunia usaha, dan akademisi untuk bersinergi mengatasi pengangguran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.