NTB Makin Ramah Kendaraan Listrik, Aktivitas SPKLU Tumbuh Signifikan
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis"Jadi, setiap informasi gangguan SPKLU disampaikan melalui aplikasi robotik dan kami juga sudah memiliki tim untuk melakukan perbaikan ketika terjadi kendala," ucapnya.
Menurutnya dalam satu SPKLU terdiri dari dua nozel (konektor) pengisian. SPKLU terdiri 4 jenis pengisian daya (charging) untuk mobil listrik. Di antaranya standar charging untuk 2-7 KW Membutuhkan waktu sekitar 8-12 jam.
Selanjutnya medium charging untuk 7-22 KW, membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam. Fast charging untuk 22-30 KW, membutuhkan waktu sekitar 1–2 jam. Kemudian ultra fast charging untuk lebih 30-60 KW, membutuhkan waktu sangat singkat, hanya 15-30 menit.
"Untuk penggunaan SPKLU ini, selain dari PLN kami juga mendorong masyarakat yang ingin mendirikan SPKLU mau perusahaan atau individu. Untuk mesin ultra fast charging itu butuh Rp400-500 juta. Jadi, tergantung di lokasi mana yang mau dibangun karena berbeda setiap, sehingga ini bisnis yang menguntungkan," kata Heny.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Heny menyatakan ideal pengisian di satu SPKLU ini 1:10 kendaraan. Hal ini untuk memudahkan antrian sehingga tidak terlalu lama.
"Kenapa 1:10 biar menjaga kesabaran orang untuk mengantri dan pola antrian ini sudah diatur di aplikasi PLN Mobile," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!