Mourinho Kembali ke Madrid: Solusi Besar atau Nostalgia Berbahaya?
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 08:25 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra"Dia meningkatkan level kompetitif kami... dan dari sana kami memenangkan enam Liga Champions dalam 10 tahun," ujar Perez pada Mei lalu.
Pada 2013, Perez juga mengakui bahwa kepergian Mourinho terjadi melalui kesepakatan bersama, bukan karena pemecatan seperti yang sering ia lakukan terhadap pelatih lain. Proyek Mourinho kala itu dianggap belum benar-benar selesai.
Dalam beberapa tahun terakhir, Madrid bahkan mengadopsi sebagian mentalitas Mourinho: keras, penuh perlawanan, dan selalu siap berkonfrontasi.
Klub kerap menyerang keputusan wasit melalui saluran televisinya sendiri dan terlibat perselisihan dengan La Liga maupun UEFA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini panggung sudah tersedia untuk kembalinya Mourinho. Perez berharap pelatih berusia 63 tahun itu juga mampu mengembalikan kendali ruang ganti.
Mourinho dikenal sebagai sosok yang mampu menangani pemain bintang dan ego besar, termasuk Cristiano Ronaldo, dengan otoritas serta kepribadian kuat.
Ia juga memiliki kemampuan menghadapi tekanan media dan melindungi pemainnya dari kritik, sesuatu yang sering ia lakukan selama periode pertamanya di Madrid.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mourinho membawa Madrid mencatat musim liga terbaik dalam sejarah klub pada 2011/2012 dengan torehan 100 poin, sekaligus mengakhiri dominasi domestik Barcelona.
Gaya konservatif Mourinho juga dinilai bisa membantu memperbaiki pertahanan Madrid yang belakangan dianggap terlalu mudah ditembus.
Namun, semua itu hanya akan terjadi jika rencana berjalan sesuai harapan. Jika gagal, Madrid justru bisa menghadapi kehancuran yang lebih besar.
Kemampuan Mourinho membangun hubungan dengan generasi pemain muda saat ini masih menjadi tanda tanya. Metodenya mungkin sangat efektif satu atau dua dekade lalu, tetapi generasi modern dinilai tidak selalu cocok dengan pendekatan kerasnya.
Mourinho belum memenangkan gelar liga selama 11 tahun terakhir. Satu-satunya trofi besar dalam sembilan tahun terakhir adalah UEFA Conference League bersama AS Roma.
Catatan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan apakah ia masih merupakan sosok yang tepat untuk memimpin klub sebesar Real Madrid.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!