Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Diminta Tindak Tegas Perbudakan Modern di Percetakan 'Mau Print'

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Diminta Tindak Tegas Perbudakan Modern di Percetakan 'Mau Print' Doc: antara foto
Ket. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal

JAKARTA - ​Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta untuk bergerak cepat menindak dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan praktik perbudakan modern yang menimpa pekerja di toko percetakan "Mau Print" di Jakarta Pusat.

​"Kepada Ibu Kabid Pengawasan, harus cepat dipastikan apakah dia UMKM atau non-UMKM. Itu harus cepat. Ibu, saya rasa Senin (6/7) harus sudah ada keputusan," kata Said saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (3/7).

​Said menegaskan penegakan hukum ketenagakerjaan harus berjalan beriringan dengan proses pidana yang saat ini tengah diusut oleh pihak kepolisian.

Menurut temuannya di lapangan, para pekerja diduga mengalami eksploitasi berat dengan upah yang jauh di bawah standar kemanusiaan.

​"Karena saya jumpai, dikasih upahnya Rp500.000. Itu tidak manusiawi banget. Gimana mau bertahan orang kerja? Rp500.000 itu sudah perbudakan itu. Jadi, harus dikeluarkan nota pengawasan," ucapnya.

​Ia juga meminta Bidang Pengawasan Disnakertransgi bersikap tegas dalam mengawasi operasional usaha milik terduga pelaku yang diketahui memiliki beberapa jaringan toko tersebut.

​"Boleh berbisnis, boleh berusaha, tapi yang benar. Jangan mengeksploitasi dan menciptakan perbudakan," tegas Said Iqbal.

​Selain masalah pengupahan dan eksploitasi, Said Iqbal juga menyoroti kondisi psikologis korban beserta keluarganya yang mengalami trauma berat akibat adanya dugaan intimidasi dari oknum tertentu.

"Tolong juga diperhatikan karena sampai kemarin saya datang itu mereka ketakutan banget, bapaknya apalagi. Itu temuan saya di lapangan, mereka ketakutan," ucapnya.

​Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan komitmennya untuk menjamin keamanan dan keselamatan para korban melalui tim terpadu yang telah dibentuk oleh Kapolda Metro Jaya.

​"Kami menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya akan memberikan jaminan rasa aman kepada para korban. Dan ini wujud nyata dari tim terpadu yang dibentuk oleh Bapak Kapolda Metro Jaya," kata Budi.

​Terkait informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap korban, Budi menegaskan pihak kepolisian akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan tetap mengedepankan pemulihan kondisi psikologis korban.

​"Kami juga sudah mendengar adanya informasi tersebut, tetapi masih harus kita komunikasikan dengan korban dan pengacara. Kita harus melihat kondisi yang tepat sehingga tidak menimbulkan trauma bagi korban tersebut," kata Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Ekonomi
Mentrans Tawarkan Kolaboras...
Luar Negeri
Bandara Riyadh Ditutup, Sel...
Ekonomi
Tanjung Perak Jadi Pelabuha...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.