Hati-hati, Obesitas Bisa Picu Perlemakan Hati hingga Kanker Jika Tak Cepat Ditangani
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 13:40 WIB | Oleh: Lili LestariUntuk mendukung hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Novo Nordisk Indonesia menegaskan pentingnya edukasi, deteksi dini, serta pengelolaan faktor risiko, terutama obesitas, untuk membantu mencegah progresi penyakit perlemakan hati dengan inovasi terapi berbasis GLP-1 RA melalui momentum Global Fatty Liver Day 2026.
Direktur PTM Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, mengajak masyarakat untuk memahami risiko fatty liver yang dipicu obesitas dengan melakukan deteksi dini guna menjaga kesehatan hati.
Dia mengatakan seiring meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia, risiko terjadinya fatty liver dan berbagai penyakit kronis lainnya juga semakin tinggi.
"Obesitas bahkan dikenal sebagai ‘mother of all chronic diseases’ karena dapat menjadi pemicu berbagai komplikasi kesehatan. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko yang dimiliki dan melakukan deteksi dini guna menjaga kesehatan hati,” kata Nadia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Associate Director, Medical & Regulatory, Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, berharap melalui inovasi GLP-1 RA untuk manajemen berat badan serta edukasi melalui situs NovoCare.id, semakin banyak masyarakat dapat memahami risiko obesitas, termasuk kaitannya dengan perlemakan hati, dan mengambil langkah proaktif untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!