Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia Pangkas Target Pembiayaan Iklim

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Dunia Pangkas Target Pembiayaan Iklim Doc: AFP/Eva HAMBACH
Ket. Seorang pria berjalan di depan Gedung Bank Dunia di Washington, DC, beberapa waktu lalu.

Washington – Bank Dunia pada Senin (30/6) memperpanjang kerangka kebijakan perubahan iklimnya tanpa batas waktu, namun menghapus target persentase pembiayaan yang wajib memiliki dampak terkait perubahan iklim, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resminya.

"Kami akan menyelesaikan pergeseran dari pendekatan berbasis input menuju pendekatan berbasis hasil untuk memaksimalkan dampak pembangunan," demikian pernyataan Kelompok Bank Dunia.

Dilansir dari AFP, Bank Dunia juga menyatakan akan menghapus target 45 persen manfaat iklim (climate co-benefits) serta target 35 persen yang sebelumnya tercantum dalam Rencana Aksi Perubahan Iklim (Climate Change Action Plan/CCAP).

Amerika Serikat (AS), sebagai pemegang saham terbesar Bank Dunia, telah mengubah secara drastis kebijakan terkait perubahan iklim di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Trump berulang kali menyebut perubahan iklim sebagai "tipuan" (hoax) dan meningkatkan belanja di sektor bahan bakar fosil.

Pada April lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyerukan agar Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim. Menurutnya, target tersebut "menimbulkan inefisiensi, mendistorsi pengambilan keputusan ekonomi, dan menjauhkan Bank Dunia dari misi utamanya."

Dalam pernyataannya, Bank Dunia menegaskan bahwa langkah-langkah lanjutan terkait pencapaian hasil di bidang perubahan iklim akan didasarkan pada kebutuhan negara-negara klien.

Sejak mulai menerapkan Climate Change Action Plan (CCAP) pada 2016, Bank Dunia secara umum berhasil memenuhi target tahunan pembiayaan iklimnya.

Berdasarkan data resmi, pada 2025 sekitar 48 persen dari total pembiayaan Kelompok Bank Dunia memiliki manfaat terkait iklim (climate co-benefits), dengan nilai mencapai sekitar 50,8 miliar dolar AS.

Aktivitas Manusia

Sementara itu, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menegaskan bahwa perubahan iklim secara tidak terbantahkan disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil seperti gas, minyak, dan batu bara sejak akhir abad ke-19.

Namun, di bawah pemerintahan Trump, pemerintah AS secara luas menolak pandangan bahwa perubahan iklim merupakan fenomena yang disebabkan oleh manusia. Pemerintahannya justru mendorong pemanfaatan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi tinggi serta menghentikan berbagai proyek energi terbarukan.

Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap lembaga-lembaga internasional dan negara-negara lain agar mengurangi fokus terhadap isu perubahan iklim.

Salah satu penyebab utama pemanasan global adalah meningkatnya efek rumah kaca akibat akumulasi gas rumah kaca (GRK) yang bertahan di atmosfer.

Meski menghapus target pembiayaan iklim, Bank Dunia menegaskan akan tetap melaporkan emisi bersih gas rumah kaca serta persentase proyek yang memberikan dampak terhadap perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.