Titiek Soeharto Minta Stok Beras di Atas Satu Tahun Dijadikan Pakan Ternak
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 05:53 WIB | Oleh: SriyonoAmran mengaku telah memanggil Direktur Utama Perum Bulog sehari sebelum rapat untuk meminta penjelasan rinci mengenai kondisi stok beras, termasuk potensi kerusakan yang terjadi di sejumlah gudang penyimpanan.
"Kami sudah panggil Dirutnya kemarin dan tadi pagi baru tiba dari China. Saya katakan, Pak Dirut ini pasti ditanya besok. Ini jangan jangan Bapak yang berbuat, masalahnya ke saya. 'Oh siap Pak Menteri'," kata Amran menirukan hasil percakapan dirinya dengan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Amran menyebutkan hasil laporan Perum Bulog menunjukkan jumlah beras yang mengalami kerusakan mencapai 3.619 ton atau hanya sebagian sangat kecil dari total cadangan beras pemerintah yang saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Selain beras yang rusak, Amran menyebut terdapat sekitar 93.488 ton beras yang memerlukan perhatian khusus. Namun, sebagian besar stok tersebut masih dapat diperbaiki dan diolah kembali agar layak dimanfaatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan apabila sebagian dari stok tersebut tidak dapat dipulihkan kualitasnya, beras masih dapat diolah menjadi tepung sehingga tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang percuma.
Amran juga mengakui pihaknya menemukan sejumlah beras dengan kualitas kurang baik saat melakukan kunjungan lapangan ke daerah. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta Bulog mengganti beras pada hari yang sama agar tidak sampai diterima masyarakat.
Meski demikian, Amran meminta Bulog meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan stok karena besarnya cadangan beras saat ini merupakan hasil produksi petani dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, keberadaan stok yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar kualitas tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah setengah mati kerja. Ini alhamdulillah ada yang rusak, karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak karena berasnya kurang," kata Amran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!