Meningkatkan Kesiagaan dalam Menghadapi Kemarau di Wilayah Bekasi
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meningkatkan kesiagaan dengan fokus utama mitigasi dampak musim kemarau dengan menerbitkan surat edaran nomor BC.03.02/SE-58/BPBD/2026 ditandatangani kepala daerah setempat.
"Edaran ini diterbitkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi kemarau normal," kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Kamis.
Ia menekankan seluruh kepala organisasi perangkat daerah terkait, pimpinan badan usaha, camat dan lurah, forum pengurangan risiko bencana hingga komunitas, serta penggiat kebencanaan segera mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan mitigasi guna meminimalisir dampak kemarau tahun ini.
Dirinya juga meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesiagaan terhadap berbagai potensi bencana yang muncul saat musim kemarau, terutama kekeringan dan kebakaran lahan.
Mengacu prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sifat hujan selama musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dibanding rata-rata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi Juli hingga September 2026 meski durasi tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding kondisi normal. Dari 41 zona musim di Jawa Barat, 33 zona diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih lama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis mengimbau masyarakat melakukan berbagai langkah pencegahan menghadapi kondisi terkini guna meminimalisasi dampak bencana akibat musim kemarau.
Masyarakat diminta bijak mengonsumsi air bersih, menghemat untuk kebutuhan sehari-hari serta memperbaiki kebocoran saluran air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, tidak membakar lahan, sampah atau membuang puntung rokok sembarang karena dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Dari aspek pengelolaan lingkungan, masyarakat diminta mempertahankan pohon lindung di sekitar rumah dan berpartisipasi dalam program pelestarian lingkungan, menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari penyakit akibat debu maupun menjaga ketersediaan air bersih.
Terkait dengan ketahanan pangan, pihaknya mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dengan menggunakan varietas padi atau tanaman yang lebih tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengolahan air.
"Masyarakat juga diminta selalu aktif memantau informasi cuaca guna mengetahui perkembangan kondisi musim kemarau berikut potensi dampaknya," katanya.
Pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana BPBD Kabupaten Bekasi juga telah menyiagakan layanan pusat panggilan di nomor 081219071900 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!