Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Peralihan ke Pertalite Mengintai, Tambahan Subsidi Masih Misteri

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Peralihan ke Pertalite Mengintai, Tambahan Subsidi Masih Misteri Doc: ANTARA/ Pertamina Patra Niaga
Ket. Petugas SPBU mengisi BBM ke kendaraan.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menghitung potensi tambahan anggaran subsidi akibat perpindahan konsumen atau shifting dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite.

Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6), mengamini akan terjadi pergeseran konsumsi usai kenaikan harga Pertamax yang ditetapkan menjadi Rp16.250 per liter.

Namun, menurutnya, pergeseran konsumsi itu kemungkinan besar tidak memakan porsi yang dominan. Dia berpendapat sebagian konsumen akan tetap bertahan di Pertamax untuk menjaga kondisi kesehatan kendaraan masing-masing.

“Kami nggak hitung (potensi tambahan anggaran subsidi). Tapi begini, pasti ada beberapa persen yang pindah, cuma kan harusnya nggak semuanya pindah. Kenapa? Karena yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax,” ujar Purbaya.

Dia mengaku belum berencana menghitung potensi tambahan anggaran subsidi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat penyesuaian harga BBM.

Proyeksi persentase perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite pun ia serahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai otoritas yang berwenang.

Terpisah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan perpindahan konsumsi BBM belum bersifat masif.

“Alhamdulillah tidak terlalu besar shifting-nya,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Anggia menyampaikan bahwa hingga saat ini, perpindahan konsumen yang sudah terlihat adalah konsumen Pertamax Turbo yang berpindah ke Pertamax.

Meskipun perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite belum masif, Anggia menyampaikan Kementerian ESDM sudah mengantisipasi dengan penggunaan kode batang (QR code) untuk pembelian Pertalite, serta memerintahkan Pertamina untuk meningkatkan pengawasan pembelian Pertalite.

Anggia menegaskan pemerintah telah menjamin BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk kebijakan “pro wong cilik” yang bertujuan untuk melindungi kelompok rentan dari gejolak harga energi di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Menurut siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta pada Selasa (9/6), mulai 10 Juni 2026 harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.