Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sadari Kamu Lagi Stres! Dia Datang dalam Senyap

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 06:13 WIB | Oleh:
Sadari Kamu Lagi Stres! Dia Datang dalam Senyap Doc: ist
Ket. simak kondisi psikologismu

JAKARTA – Banyak orang stres, tetapi tidak menyadari. Mengapa bisa begitu? Simak penjelasan psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Teresa Indira. Dia mengatakan stres seringkali bisa muncul dalam bentuk yang lebih halus dan justru gejalanya dianggap sepele karena tidak selalu bersumber dari kejadian besar.

"Seringkali stres tidak selalu muncul dalam bentuk 'merasa tertekan' atau 'sedih'. Justru yang sering terjadi, stres muncul dalam bentuk yang lebih halus dan dianggap sepele. Penting juga untuk dipahami bahwa sumber stres itu tidak selalu berasal dari kejadian besar," kata Teresa kepada ANTARA, Rabu.

Teresa menjelaskan bahwa dalam pendekatan psikologi, manusia dapat dipahami sebagai sistem yang saling berinteraksi antara pikiran, emosi, tubuh, dan perilaku. Ketika seseorang mengalami stres, tidak selalu muncul sebagai ‘pikiran stres’, tetapi bisa terlihat dari tubuh yang tegang atau perubahan perilaku.

Teresa menjelaskan, gejala stres yang sering tidak disadari misalnya mudah lelah walaupun tidak melakukan aktivitas berat, sulit fokus, jadi lebih mudah tersinggung, atau merasa “kosong” dan tidak bersemangat.  Ada juga yang muncul dalam bentuk fisik seperti sakit kepala, tegang di leher dan bahu, gangguan tidur, atau perubahan pola makan.

"Ketika seseorang mengalami stres atau tekanan emosional, tubuh akan ikut bereaksi. Misalnya jantung berdebar, napas menjadi lebih cepat, otot menegang, bahkan sistem pencernaan bisa terganggu. Jika ini berlangsung lama, bisa muncul keluhan seperti maag, sulit tidur, atau mudah lelah," katanya.

Sebaliknya, kondisi fisik juga bisa memengaruhi kondisi mental. Ketika tubuh kurang istirahat, sakit, atau kelelahan, seseorang bisa menjadi lebih sensitif secara emosional dan lebih sulit mengelola stres.

Ia juga mengatakan stres bisa membuat seseorang merasa malas dan menunda pekerjaan, karena ada pikiran seperti tidak bisa melakukan dengan baik yang akhirnya memicu kecemasan dan memilih menghindar dengan menunda pekerjaan. 

Teresa mengatakan gejala stres ini bisa bersumber dari tekanan sehari-hari yang sering dianggap "biasa saja", misalnya beban pekerjaan, kemacetan, kurang tidur, tuntutan peran atau interaksi sosial yang melelahkan. Jika hal ini terjadi terus-menerus dalam rutinitas sehari-hari maka bisa menumpuk dan berdampak pada kondisi mental.

Di sisi lain, ada juga stres yang berasal dari peristiwa besar atau signifikan, seperti putus hubungan, kehilangan orang terdekat, konflik dalam pernikahan, atau perubahan besar dalam hidup. "Kedua jenis stres ini sama sama valid dan bisa memengaruhi seseorang," jelasnya.

Untuk membantu mengurangi stres dalam keseharian, Teresa menyarankan untuk menyadari kondisi diri dengan menghentikan sejenak pekerjaan dan menenangkan pikiran dengan cara menarik napas perlahan, peregangan ringan, atau berjalan sebentar untuk menurunkan ketegangan.

Selain itu, Teresa juga menyarankan untuk tidak terpaku pada pikiran negatif tentang diri sendiri dan melihatnya bukan sebagai kebenaran yang mutlak. Merayakan momen kecil yang menyenangkan di tengah hari sibuk juga bisa sebagai cara untuk menjaga kesejahteraan psikologis.

"Contohnya sederhana, tetap bisa menikmati makanan, tertawa sebentar dengan teman, atau merasa lega setelah menyelesaikan satu hal kecil. Momen momen ini terlihat kecil, tapi sangat membantu menjaga keseimbangan emosi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
NASA Umumkan Nama Awak untu...

PT KAI Luncurkan Platform Space Digital

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Luncurkan Platform S...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.