Demonstrasi Guru Blokir Akses Menuju Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMEXICO CITY, MEKSIKO – Jalan menuju Stadion Azteca, Mexico City, sempat lumpuh selama beberapa jam akibat aksi demonstrasi hanya beberapa hari sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 digelar di stadion tersebut.
Ketika para penggemar sepak bola mulai berdatangan untuk menyaksikan turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ibu kota Meksiko justru menghadapi gelombang unjuk rasa guru yang menimbulkan gangguan lalu lintas.
Ribuan orang turun ke jalan pada hari Rabu (10/6) dalam aksi yang dipimpin kelompok pecahan dari serikat guru CNTE (Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación). Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi selama sepekan terakhir yang disebut Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai sebuah “provokasi”.
“Seolah-olah ingin mengatakan, ‘Lihat betapa buruknya situasi di Meksiko,’” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers.
Polisi kemudian membuat barikade untuk mencegah massa mencapai Stadion Azteca, venue yang akan menjadi lokasi pertandingan pembukaan Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan pada hari Jumat pagi WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan ribuan personel keamanan dikerahkan serta penghalang beton dipasang di sekitar stadion, para demonstran tetap melakukan aksi di jalan selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya membubarkan diri.
Kepala Keamanan Mexico City Pablo Vazquez mengatakan aksi tersebut berlangsung damai.
Sheinbaum sebelumnya memastikan pertandingan pembukaan tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Namun, pemimpin berhaluan kiri itu kembali menegaskan pemerintah tidak akan menggunakan kekuatan aparat untuk menekan demonstrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Meksiko memilih jalur dialog dengan para guru yang melakukan aksi, meski hingga kini belum menemukan titik temu.
“Kami akan terus melanjutkan perjuangan,” kata salah satu demonstran, Austreberto Flores.
Serikat guru CNTE telah melakukan mogok kerja sejak pekan lalu dengan tuntutan kenaikan gaji serta pembatalan aturan pensiun yang menurut pemerintah sulit direalisasikan.
Para guru juga mendirikan kamp sementara di dekat zona penggemar Piala Dunia di kawasan Zocalo, pusat kota Mexico City.
Pada 1 Juni, polisi membubarkan demonstrasi di area tersebut menggunakan peluru karet dan gas air mata.
Sheinbaum menilai aksi tersebut telah memberi kesan keliru tentang kondisi negaranya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!